DLH Sumenep Ubah Sampah Menjadi Karya Kreatif di Madura Culture Festival 4

Radar9
27 Agu 2026 22:09
Daerah 0
2 menit membaca

SUMENEPDinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep menghadirkan konsep berbeda dalam Madura Culture Festival 4 yang berlangsung di Stadion GOR A. Yani, Panglegur, 26 Agustus hingga 4 September 2026.

Mengusung tema “Daur Ulang Sampah dan Upcycle”, stan DLH tidak hanya menjadi ruang pamer informasi lingkungan, tetapi juga menjadi media edukasi tentang pemanfaatan sampah menjadi karya kreatif yang memiliki nilai seni dan ekonomi.

Kepala DLH Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni, mengatakan keikutsertaan DLH dalam festival tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah.

“Kita tentunya komitmen untuk terus menjaga lingkungan. Pemerintah Kabupaten Sumenep terus berupaya mengelola sampah dan mengubahnya hingga memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.

Konsep daur ulang terlihat dari hampir seluruh ornamen stan DLH yang memanfaatkan barang bekas. Salah satunya sekitar 2.000 botol plastik yang dikumpulkan dan dimanfaatkan sebagai bahan dekorasi stan.

“Kali ini DLH secara keseluruhan konsepnya adalah daur ulang semua. Kurang lebih ada 2.000 botol plastik yang kita jadikan bahan, termasuk bekas packing kayu dan karton bekas. Kita pergunakan semaksimal mungkin untuk memberikan edukasi bahwa dari sampah ini bisa menghasilkan sesuatu nilai ekonominya dapat, nilai seninya juga dapat, sehingga tetap menjaga keasrian dan kebersihan lingkungan,” jelasnya.

Menurut Anwar, pemanfaatan barang bekas tersebut sekaligus ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai masih dapat diolah menjadi produk kreatif apabila dikelola dengan baik.

Selain mengedepankan edukasi melalui stan, DLH juga mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pengunjung festival untuk ikut menjaga kebersihan kawasan GOR A. Yani selama kegiatan berlangsung.

DLH telah menyiagakan petugas kebersihan dan mengimbau setiap stan menyediakan tempat sampah agar sampah dapat langsung ditempatkan pada lokasi yang semestinya.

“Kebersihan lingkungan stadion bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab kita bersama. Kami sudah mempersiapkan para petugas kebersihan yang berjaga dan mengimbau kepada para pengunjung untuk selalu menjaga keasrian selama festival berlangsung,” ungkapnya.

Melalui Madura Culture Festival 4, DLH Sumenep berharap pesan mengenai pentingnya pengelolaan sampah dapat diterima masyarakat dengan cara yang lebih kreatif, sederhana dan inspiratif.

“Kami berharap, dengan pameran ini kita semua masyarakat bersama pemerintah bisa terus meningkatkan kesadaran dalam mencintai lingkungan, menempatkan sampah pada tempatnya, serta terus menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan kita,” pungkas Anwar.

(Syah/Redaksi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *