Hardiknas dan Harkitnas 2026 di Sumenep Jadi Panggung Literasi dan Coding, 181 Siswa SD Ramaikan Pendopo Keraton

Radar9
19 Mei 2026 22:47
2 menit membaca

SUMENEP (RADAR9.ID) – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 di Kabupaten Sumenep tidak sekadar berlangsung seremonial. Momentum tersebut dimanfaatkan sebagai ajang penguatan literasi, kreativitas, dan teknologi digital bagi pelajar sekolah dasar.

Ratusan siswa dari berbagai kecamatan memadati Pendopo Agung Keraton Sumenep, Senin (18/05/2026), dalam kegiatan edukatif hasil kolaborasi Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep bersama Akses Sumenep.

Kegiatan itu menghadirkan sejumlah kompetisi berbasis literasi dan teknologi, mulai lomba perwara, menulis cerita, hingga coding yang menjadi perhatian utama dalam peringatan Hardiknas dan Harkitnas tahun ini.

Berdasarkan data panitia, lomba perwara diikuti 27 siswa, lomba menulis cerita diikuti 54 peserta, sedangkan lomba coding diikuti 20 tim dengan total 100 siswa. Secara keseluruhan terdapat 181 peserta dari berbagai sekolah dasar di Kabupaten Sumenep.

Sejak pagi, suasana Pendopo Agung Keraton Sumenep dipenuhi antusiasme peserta dan guru pendamping. Para siswa tampak serius sekaligus bersemangat menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam bidang literasi maupun teknologi digital.

Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Sumenep, Ardi Ali Shochibi menegaskan, kegiatan tersebut bukan hanya ajang perlombaan semata, melainkan bagian dari upaya membangun karakter dan potensi generasi muda sejak dini.

“Melalui kegiatan ini kami ingin membangun generasi muda yang kreatif, inovatif, dan mampu mengikuti perkembangan zaman, terutama dalam bidang literasi dan teknologi digital,” ujar Ardi Ali Shochibi kepada media ini, Senin (18/05/2026).

Menurutnya, tingginya partisipasi pada lomba coding menunjukkan adanya perubahan positif dalam pola minat siswa sekolah dasar terhadap dunia teknologi dan inovasi digital.

“Ini menjadi langkah penting untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul sejak dini. Anak-anak harus dibiasakan berpikir kreatif dan solutif agar mampu bersaing di masa depan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Disdik Sumenep, H. Moh Iksan menilai peringatan Hardiknas dan Harkitnas harus menjadi momentum memperkuat kualitas pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan global.

“Pendidikan hari ini harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kreativitas, karakter, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan global,” tegasnya.

Ia berharap sinergi antara Disdik Sumenep dan Akses Sumenep terus berlanjut melalui program-program edukatif yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus membangun budaya kompetisi sehat di lingkungan pelajar.

Perpaduan nuansa budaya Keraton Sumenep dengan semangat literasi dan teknologi membuat peringatan Hardiknas dan Harkitnas 2026 terasa lebih hidup, sekaligus menjadi simbol transformasi pendidikan di Kabupaten Sumenep menuju era digital.

(Redaksi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *