
SUMENEP – Perbaikan infrastruktur jalan mulai memberikan perubahan nyata terhadap mobilitas masyarakat di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep. Salah satunya terlihat pada akses penghubung Kecamatan Arjasa menuju Kecamatan Kangayan yang kini semakin nyaman dilintasi, termasuk ruas di kawasan Kayuaro.
Ruas jalan yang sebelumnya menjadi perhatian masyarakat karena mengalami kerusakan, kini tampil lebih baik setelah dilakukan penanganan. Kondisi tersebut mendapat respons positif dari warga yang sehari-hari mengandalkan akses jalan tersebut untuk menjalankan berbagai aktivitas.
Perubahan kondisi jalan bahkan menjadi perhatian masyarakat di media sosial. Video yang memperlihatkan kondisi ruas jalan yang telah membaik beredar di TikTok dan mendapat respons dari warga kepulauan.
Bagi masyarakat Arjasa dan Kangayan, peningkatan kualitas jalan bukan sekadar perubahan fisik infrastruktur. Jalan yang lebih layak menjadi bagian penting dalam memperlancar mobilitas warga, distribusi kebutuhan, hingga mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Tokoh pemuda kepulauan, MS, menilai perbaikan jalan tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Ini tentu menjadi perkembangan yang sangat positif bagi masyarakat kepulauan. Jalan yang lebih baik membuat mobilitas warga menjadi lebih mudah, terutama untuk aktivitas sehari-hari,” kata MS.
Menurutnya, akses jalan memiliki posisi strategis bagi masyarakat kepulauan karena berkaitan langsung dengan kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi.
“Kalau akses jalan semakin baik, aktivitas masyarakat juga semakin lancar. Kami berharap perhatian terhadap pembangunan kepulauan terus dilanjutkan,” ujarnya.
MS juga berharap peningkatan infrastruktur dilakukan secara berkelanjutan, sehingga ruas jalan lain yang masih membutuhkan penanganan dapat dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.
“Kami berharap pembangunan terus berlanjut dan ruas jalan lain yang masih rusak juga mendapat perhatian. Pemerataan pembangunan akan sangat dirasakan masyarakat kalau akses antarwilayah semakin baik,” harapnya.
Perhatian Pemerintah Kabupaten Sumenep terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah kepulauan juga tercermin dalam kebijakan anggaran tahun 2026.
Dari total anggaran pembangunan dan pemeliharaan jalan sebesar Rp47,53 miliar, Pemkab Sumenep mengalokasikan sekitar Rp27,53 miliar atau 57,9 persen untuk wilayah kepulauan. Sementara wilayah daratan mendapatkan sekitar Rp19,99 miliar atau 42,1 persen.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan, kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mempercepat pemerataan pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan.
“Kami ingin memastikan masyarakat di wilayah kepulauan memperoleh perhatian yang sama dalam pembangunan. Karena itu, alokasi anggaran tahun 2026 lebih besar diarahkan ke kepulauan sebagai bentuk keberpihakan terhadap pemerataan pembangunan,” tegas Fauzi.
Kebijakan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur tetap menjadi perhatian pemerintah daerah, meskipun pada 2026 terdapat penyesuaian dan refocusing anggaran.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumenep, Eri Susanto, mengatakan pembangunan infrastruktur jalan merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Bupati untuk memastikan konektivitas antarwilayah terus diperkuat.
Menurut Eri, penanganan jalan di wilayah kepulauan diarahkan pada ruas-ruas yang memiliki peran penting terhadap mobilitas masyarakat.
“Pembangunan infrastruktur jalan terus kami arahkan untuk mendukung konektivitas antarwilayah dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Eri.
Sejumlah pekerjaan infrastruktur jalan di wilayah kepulauan pada 2026 antara lain mencakup rekonstruksi Jalan Pabian–Kangayan di Kecamatan Kangayan, Jalan Laok Jang-Jang–Kolo-Kolo, serta pemeliharaan Jalan Pelabuhan Batu Guluk–Pandeman di Kecamatan Arjasa.
Sementara di wilayah daratan, penanganan jalan mencakup rekonstruksi Jalan Elak Daya–Mandala di Kecamatan Lenteng, Jalan Batuan–Matanair di Kecamatan Rubaru, serta pemeliharaan Jalan Pasar Ganding–Batu Ampar di Kecamatan Guluk-Guluk.
Rangkaian pembangunan tersebut diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan kualitas fisik jalan, tetapi juga memperkuat konektivitas, memperlancar mobilitas masyarakat, serta membuka akses yang lebih baik terhadap aktivitas ekonomi dan pelayanan publik.
Bagi masyarakat Arjasa hingga Kangayan, kondisi jalan yang semakin baik menjadi perubahan yang dapat dirasakan secara langsung. Jalan yang sebelumnya menjadi keluhan kini mulai memberikan kenyamanan dalam perjalanan.
Di tengah keterbatasan fiskal dan penyesuaian anggaran daerah, pembangunan infrastruktur kepulauan tetap mendapatkan porsi perhatian. Perbaikan akses Arjasa Kangayan menjadi salah satu gambaran bahwa pembangunan jalan terus diarahkan untuk menghadirkan konektivitas yang lebih baik dan pemerataan manfaat pembangunan bagi masyarakat Sumenep, termasuk di wilayah kepulauan.
(Syah/Redaksi)
Tidak ada komentar