
SURABAYA – Konsep musik band atau grup musik modern dengan sekaligus alat musik modern nya ( elektrik ) mulai masuk dan berkembang di Indonesia sekitar tahun 1950-an hingga 1960-an, seiring masuknya pengaruh musik rock and roll dan pop Barat.
Dan sampai saat ini Surabaya memiliki ratusan hingga ribuan grup band dari berbagai genre yang berkembang dari masa ke masa, meski tidak ada data angka pasti secara nasional atau resmi, Kota Pahlawan terkenal sebagai salah satu gudang musisi anyar dan legendaris di Indonesia.
Hingga kini di Surabaya khususnya, terdapat banyak komunitas dan kolektif musik yang mewadahi grup band dari berbagai genre, mulai dari pop, indie, jazz, hingga musik-musik cadas. Surabaya memang memiliki pergerakan skena musik yang sangat aktif.
Seperti salah satu yang telah ditemui oleh awak media ini, pada Sabtu 26 September 2026 malam, didalam cafe di kawasan Jalan Kertajaya Surabaya, dalam sebuah event Boiler Room vol.10
Yaitu komunitas Surabaya Grunge Commununity (SGC), yang sempat berkeliling dibeberapa cafe di Surabaya dan sekitarnya, dalam rangka mempertemukan group band dalam berbagai genre dalam satu event.
Selain dari pada itu SGC juga telah menjadi wadah yang menjembatani beberapa gruop band lintas genre agar bisa menampilkan karyanya setelah rilis tunggal ataupun rilis album.
Dalam acara sempat ditemui oleh Mr. Jonas, penggagas pertama event Boiler Room, dan Mr. Dewa yang juga sebagai pemeran aktif dalam komunitas dan setiap pementasan.
Oleh “Mr, Jonas” dijelaskan, awal mula event Boiler Room vol.1, yang digelar pada sekitar akhir Agustus atau awal September tahun lalu di cafe sekitar kawasan jalan Ketintang Surabaya, telah menjadikan konsep agenda bulanan, yang hingga kini telah sukses menggelar hingga vol.10.
Ditengah kesibukan dan kemeriahan acara malam itu, Mr. Dewa juga sempat menemui dan menjelaskan sekilas tentang acara yang sedang berlangsung.
Event di malam itu menampilkan bebarapa group band, diantaranya Luzia, The Liece, Rooftop, Others, serta Bupala, dan di dukung oleh Aufa dan Frist sebagai pembawa acara.
Adapun untuk bulan depan, pagelaran ini juga akan tetap digelar, namun untuk tempat dan waktunya sampai saat ini masih dalam konsep pengagendaan.
( @L )
Tidak ada komentar