
SUMENEP – Harapan petani tembakau Kabupaten Sumenep untuk mendapatkan akses pasar yang lebih terbuka mulai menemukan titik terang. Pengiriman perdana hasil panen tembakau varietas lokal Prancak 95 menjadi langkah awal dalam memperkuat kemitraan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi komoditas unggulan daerah.
Langkah tersebut ditandai dengan pelepasan pengiriman hasil panen tembakau Prancak 95 oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Kamis (20/8/2026).
Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., melalui Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid, S.E., M.Si., secara langsung memastikan proses pengiriman hasil panen petani berjalan dengan baik sebelum dipasarkan kepada mitra PT Djarum di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.
Dalam kegiatan tersebut, Chainur Rasyid didampingi Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Sumenep Ainul Yaqin. Keduanya turut melihat langsung proses persiapan dan pemberangkatan hasil panen petani.
Sedikitnya tiga unit kendaraan pikap mengangkut sekitar 3,5 ton tembakau Prancak 95. Selain itu, dua unit pikap lainnya turut diberangkatkan untuk memenuhi kebutuhan mitra pembeli.
Bagi petani, pengiriman perdana tersebut bukan sekadar aktivitas distribusi hasil pertanian. Momentum ini menjadi bagian penting dalam membuka akses pasar yang lebih luas setelah melalui proses budidaya dan perawatan tanaman selama satu musim.
Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid mengatakan, Prancak 95 merupakan salah satu varietas tembakau lokal yang telah dikenal luas dan menjadi bagian dari kekuatan komoditas pertanian Kabupaten Sumenep.
“Alhamdulillah, hari ini kita memberangkatkan penjualan perdana hasil panen tembakau varietas lokal Prancak 95. Varietas ini sudah dikenal dan menjadi kebanggaan para petani Sumenep,” kata Chainur.
Menurutnya, terbukanya akses pemasaran menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha tani tembakau. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong terbangunnya hubungan yang produktif antara petani, organisasi petani, dan mitra pembeli.
Chainur menilai, keberadaan pasar yang jelas akan memberikan kepercayaan lebih besar kepada petani untuk terus mengembangkan komoditas tembakau dengan tetap memperhatikan kualitas produksi.
“Kami berharap inisiatif APTI bersama para petani ini semakin maju dan berkembang. Kualitas harus terus ditingkatkan agar sesuai kebutuhan pasar dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Ia menegaskan, peningkatan produksi saja tidak cukup. Petani juga perlu memperhatikan kualitas sejak tahap budidaya, pemanenan hingga proses penanganan pascapanen.
Hal tersebut penting agar tembakau lokal Sumenep mampu memenuhi kebutuhan pasar dan memiliki daya saing yang semakin kuat.
“Kami ingin para petani semakin kuat, mandiri, dan sejahtera. Kualitas produksi, kemitraan, dan pemasaran harus terus diperkuat agar tembakau Sumenep semakin memiliki daya saing,” tegas Chainur.
Di sisi lain, Ketua APTI Kabupaten Sumenep Ainul Yaqin turut mendampingi proses pengiriman perdana sebagai bentuk komitmen organisasi dalam membantu memperkuat posisi petani tembakau, khususnya dalam membangun jaringan pemasaran.
Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sumenep, DKPP, APTI, petani, dan mitra pembeli diharapkan mampu membangun ekosistem perdagangan tembakau yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Dengan pola kemitraan yang terus dikembangkan, petani diharapkan tidak hanya memiliki peluang pasar yang lebih luas, tetapi juga memperoleh nilai jual yang lebih optimal dari hasil produksi mereka.
Pengiriman perdana Prancak 95 tersebut sekaligus menjadi sinyal positif bagi pengembangan tembakau lokal Sumenep. Apalagi, kegiatan pemasaran ini diharapkan dapat berlanjut dengan volume yang lebih besar sesuai kebutuhan pasar dan kemampuan produksi petani.
Bagi para petani, setiap kendaraan yang meninggalkan Sumenep membawa lebih dari sekadar hasil panen. Di balik setiap karung tembakau terdapat kerja keras selama satu musim tanam, harapan terhadap pendapatan keluarga, serta cita-cita agar komoditas lokal Sumenep mampu semakin kuat menembus pasar.
Melalui penguatan kualitas, kemitraan dan akses pemasaran, Pemerintah Kabupaten Sumenep terus mendorong agar tembakau lokal tidak hanya menjadi komoditas pertanian, tetapi juga menjadi salah satu penggerak ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat petani.
(Syah/Red)
Tidak ada komentar