Jalan Manding Rawan Kecelakaan, Camat Bergerak dan Perkimhub Sumenep Respons Surat Penanganan

Radar9
5 Okt 2026 20:39
3 menit membaca

SUMENEP – Pemberitaan RADAR9.ID terkait tumpahan cairan yang diduga BBM jenis solar di sejumlah titik Jalan Raya Manding mendapat respons cepat dari Pemerintah Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep.

Tidak berhenti pada pemberitaan. Camat Manding, Slamet Boedihardjo, S.Sos., M.Si., langsung mengambil langkah administratif dengan menyurati Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Perkimhub) Sumenep untuk meminta penanganan terhadap persoalan keselamatan pengguna jalan tersebut.

Langkah itu dilakukan setelah redaksi RADAR9.ID mengirimkan tautan berita berjudul “Tumpahan Diduga Solar Berulang, Jalan Raya Manding Butuh Penanganan Serius” kepada Camat Manding pada Kamis (1/10/2026).Tiga titik yang menjadi perhatian berada di sebelah selatan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Desa Giring, depan Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Lalangon, serta sebelah utara pabrik air di Desa Kebunan.

Camat Manding Slamet Boedihardjo mengatakan, persoalan tersebut berkaitan langsung dengan keamanan dan keselamatan masyarakat yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

“Saya cukup prihatin, Mas. Karena ini menyangkut keamanan dan keselamatan masyarakat yang melewati akses Jalan Raya Manding. Ini juga menjadi bentuk tanggung jawab kami bersama, sehingga pemerintah kecamatan harus hadir untuk kepentingan masyarakat,” ujar Hardjo saat ditemui di ruang kerjanya, Senin siang (5/10/2026).

Menurutnya, setelah menerima informasi dan mencermati pemberitaan tersebut, pihak kecamatan tidak ingin persoalan berhenti sebatas laporan masyarakat.

Camat kemudian berkoordinasi dengan Dinas Perkimhub Sumenep untuk mendorong adanya penanganan secara resmi.

“Saya langsung berkoordinasi dengan Kepala Dinas Perkimhub Sumenep untuk berkirim surat secara resmi. Artinya, ada pihak yang bertanggung jawab atas surat tersebut dan aspirasi masyarakat ini kami sampaikan secara resmi,” jelasnya.

Surat tersebut ditujukan langsung kepada Kepala Dinas Perkimhub Sumenep, dengan tembusan kepada Sekretaris Daerah Sumenep, Kapolsek Manding, Danramil Manding, Kepala Desa Lalangon, dan Kepala Desa Giring.

Hardjo berharap surat tersebut segera mendapatkan tindak lanjut, terutama karena persoalan yang disoroti menyangkut potensi bahaya bagi pengguna jalan.

“Harapan saya, semoga secepatnya ada respons dan tindak lanjut,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkimhub Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, S.H., M.H., membenarkan adanya surat resmi dari Kecamatan Manding tersebut.

“Betul, Mas. Ada surat masuk dari Kecamatan Manding dan sudah saya disposisi ke bagian yang membidangi,” kata Dadang saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, Senin sore (5/10/2026).

Disposisi tersebut menjadi pintu masuk bagi dinas terkait untuk menindaklanjuti persoalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat, khususnya terkait dugaan tumpahan BBM yang membuat permukaan jalan menjadi licin dan berpotensi memicu kecelakaan.

Ketua Jurnalis Sumenep Independen (JSI), Igusty Madani, mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kecamatan Manding yang langsung merespons persoalan setelah pemberitaan RADAR9.ID mencuat.

Menurutnya, respons tersebut menunjukkan bahwa informasi dan keluhan masyarakat yang disampaikan melalui media dapat menjadi pintu masuk bagi pemerintah untuk melakukan penanganan.

“Kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada pemerintah, khususnya Kecamatan Manding, yang sudah merespons persoalan ini. Harapannya, respons tersebut tidak berhenti pada surat-menyurat, tetapi dilanjutkan dengan pengecekan dan solusi konkret di lapangan,” ujar Igusty.

Ia menilai dugaan tumpahan BBM jenis solar perlu menjadi perhatian serius karena persoalan tersebut berkaitan langsung dengan keselamatan pengguna jalan.

“Kalau memang tumpahan itu berasal dari BBM jenis solar, tentu harus dicari sumber dan penyebabnya. Jangan sampai kejadian kecelakaan terus berulang, tetapi sumber masalahnya tidak pernah ditangani,” tegasnya.

Igusty juga mengingatkan pengelola SPBU agar memperhatikan proses pengisian BBM sehingga tidak terjadi pengisian secara berlebihan yang berpotensi menyebabkan tumpahan.

“Saya mengingatkan semua SPBU untuk mengimbau dalam pengisian BBM agar jangan sampai terlalu over kapasitas. Keselamatan pengguna jalan harus menjadi perhatian bersama,” Pungkasnya.

Penanganan cepat dinilai penting agar potensi kecelakaan tidak terus berulang dan menunggu jatuhnya korban.

(Redaksi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *