Potret: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo bersama jajaran pengurus Jurnalis Sumenep Independen (JSI) periode 2026–2029 usai pengukuhan di Ballroom Myze Hotel Sumenep, Selasa (15/9/2026). Dok. Redaksi.SUMENEP – Jurnalis Sumenep Independen (JSI) Kabupaten Sumenep resmi memiliki kepengurusan baru periode 2026-2029.
Pengukuhan berlangsung di Ballroom Myze Hotel Sumenep, Selasa (15/9/2026), sekaligus menjadi momentum memperkuat komitmen organisasi terhadap independensi dan etika jurnalistik.
Pengukuhan diawali aksi sosial dengan santunan dan bingkisan bagi anak yatim. Sebanyak 21 anak yatim menerima santunan secara simbolis dari Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH bersama Ketua JSI Sumenep Igusty Madani.
Ketua Panitia David Siregar mengatakan, aksi sosial tersebut menjadi bagian dari semangat awal kepengurusan JSI.
“JSI ingin memulai kepengurusan dengan berbagi. Kami berharap kegiatan ini menjadi energi positif untuk menjalankan amanah jurnalistik selama tiga tahun ke depan,” ujarnya.
Prosesi pengukuhan kemudian dilakukan Dewan Penasehat JSI Ahmadineja, S.Kom., M.Kom., ditandai pembacaan ikrar dan penyerahan pataka kepada Ketua JSI Sumenep.
Kepengurusan JSI periode 2026-2029 dipimpin Igusty Madani sebagai ketua, David Siregar sebagai wakil ketua, Thoifur Aliwafa sebagai sekretaris, dan Ibnu Hajar sebagai bendahara.
Ketua JSI Sumenep Igusty Madani menegaskan, organisasi yang dipimpinnya akan tetap berpegang pada fakta, keberimbangan dan etika jurnalistik.
“Kalau ada keberhasilan kita apresiasi, kalau ada yang keliru kita kritisi. Kritik dan apresiasi harus berdasarkan fakta agar pembangunan berjalan terbuka dan masyarakat memperoleh informasi yang benar,” tegasnya.
Ia juga mendorong seluruh anggota menjadikan profesi jurnalistik sebagai ruang pengabdian dengan menghasilkan karya yang tidak hanya informatif, tetapi juga edukatif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan selamat atas pengukuhan pengurus JSI periode 2026-2029.
Menurutnya, wartawan memiliki peran strategis dalam pembangunan karena mampu melihat persoalan dari berbagai sudut pandang. Karena itu, produk jurnalistik harus berbobot, berimbang dan memberikan pemahaman kepada masyarakat.
“Media menjadi salah satu corong informasi pemerintah, sehingga kebijakan dan pembangunan bisa diketahui masyarakat,” kata Bupati Fauzi.
Di hadapan jajaran JSI, Bupati Fauzi menitipkan tiga pesan utama untuk menjadi bekal organisasi selama tiga tahun ke depan.
Pertama, menjaga kekompakan. Kedua, membangun serta mempertahankan kepercayaan. Ketiga, memastikan seluruh anggota memiliki satu frekuensi dalam menjalankan organisasi.
“JSI harus kompak, saling percaya, dan percaya kepada nahkodanya. Yang tidak kalah penting, seluruh anggota harus berada dalam frekuensi yang sama,” tegasnya.
Bupati Fauzi juga meminta JSI memperkuat fungsi edukasi melalui pemberitaan yang benar dan berimbang. Menurutnya, masyarakat membutuhkan media yang mampu mencerdaskan, bukan sekadar menyampaikan informasi.
Ia menegaskan pembangunan Sumenep membutuhkan kolaborasi berbagai unsur melalui semangat pentahelik. Dalam konteks tersebut, media menjadi salah satu unsur penting karena karya jurnalistik dapat menjadi cermin pembangunan daerah.
“Media menjadi bagian penting karena karya jurnalistik dapat menjadi cermin pembangunan,” pungkasnya.
Kegiatan turut dihadiri perwakilan Forkopimda, pimpinan OPD, Bank BPRS Sumenep, organisasi wartawan serta sejumlah tamu undangan.
Dalam kesempatan tersebut, JSI juga memberikan penghargaan kepada Bupati Sumenep dan Kapolres Sumenep serta sejumlah pimpinan OPD sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Dengan kepengurusan baru tersebut, JSI Sumenep meneguhkan komitmen untuk menjaga independensi, profesionalitas dan etika jurnalistik, sekaligus memperkuat peran pers sebagai sumber informasi dan edukasi bagi masyarakat.
(Redaksi)
Tidak ada komentar