100 Pelajar di Sumenep Belajar Membatik Langsung dari Budayawan dan Pengrajin, Madura Batik Festival Fokus Cetak Generasi Pelestari Budaya

Radar9
21 Mei 2026 08:54
2 menit membaca

SUMENEP (RADAR9.ID) – Upaya pelestarian batik Madura terus digencarkan melalui kegiatan Workshop dan Pelatihan Membatik dalam rangkaian Madura Batik Festival yang digelar di Pendopo Kabupaten Sumenep.

Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 100 pelajar dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumenep dan berlangsung penuh antusiasme.

Workshop ini menjadi bagian penting dalam mengenalkan kembali nilai budaya batik Madura kepada generasi muda di tengah derasnya pengaruh modernisasi. Para peserta tidak hanya mendapatkan materi edukatif, tetapi juga praktik langsung membatik bersama pengrajin berpengalaman.

Dua narasumber utama dihadirkan dalam kegiatan tersebut, yakni H. Ibnu Hajar dan Direktur Batik Rato Sumenep, Busaki. Keduanya memberikan pemahaman mendalam terkait sejarah, filosofi, hingga teknik membatik khas Madura yang memiliki karakter warna dan motif kuat.

Dalam pemaparannya, H. Ibnu Hajar menegaskan bahwa batik Madura bukan sekadar kain bermotif, melainkan bagian dari identitas budaya masyarakat Madura yang memiliki nilai historis tinggi.

Menurutnya, generasi muda harus mulai mengenal budaya daerahnya sendiri agar warisan leluhur tidak hilang akibat perkembangan zaman dan perubahan pola hidup masyarakat.

“Batik Madura memiliki filosofi dan identitas budaya yang kuat. Karena itu pelajar harus mulai mencintai budaya daerahnya sendiri agar warisan budaya tetap terjaga,” ujarnya.

Sementara itu, Busaki memberikan pelatihan teknis membatik secara langsung kepada para peserta. Mulai dari pengenalan alat, teknik dasar membatik, hingga pemahaman motif khas Madura yang sarat makna budaya diperagakan secara detail di hadapan para pelajar.

Suasana workshop berlangsung interaktif. Para peserta tampak aktif mencoba proses membatik didampingi pengrajin dan fasilitator kegiatan.

Kegiatan tersebut diketuai Ach. Sayuthi dan terlaksana melalui kolaborasi bersama PC IPNU IPPNU Sumenep sebagai bentuk keterlibatan organisasi pelajar dalam menjaga budaya lokal.

Ketua PC IPNU IPPNU Sumenep, Moh. Ainul Yakin menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah maupun tokoh budaya semata.

Menurutnya, generasi muda harus hadir sebagai garda terdepan dalam menjaga eksistensi budaya Madura, termasuk batik yang menjadi salah satu identitas daerah.

“Budaya adalah identitas bangsa dan daerah. Menjaga budaya bukan hanya tugas pemerintah dan tokoh budaya, tetapi tanggung jawab bersama. Generasi muda harus menjadi pelopor dalam melestarikan budaya lokal, khususnya batik Madura,” tegasnya.

Ia berharap kegiatan semacam ini mampu menumbuhkan rasa bangga pelajar terhadap budaya daerah sekaligus melahirkan generasi penerus yang peduli terhadap keberlangsungan warisan budaya Madura.

Melalui Workshop dan Pelatihan Membatik dalam rangkaian Madura Batik Festival tersebut, para pelajar diharapkan tidak hanya mengenal batik sebagai produk budaya, tetapi juga mampu menjadi bagian dari upaya menjaga dan memperkenalkan batik Madura kepada generasi mendatang.

(Redaksi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *