Saat Kota Terlelap, Mereka Masih Mengejar Rupiah untuk Keluarga

Radar9
18 Agu 2026 22:43
Sosial 0
2 menit membaca

SUMENEP – Malam bagi sebagian orang adalah waktu untuk pulang dan beristirahat. Namun, bagi pemulung, abang becak, tukang parkir dan pekerja informal lainnya, malam justru menjadi waktu untuk kembali bertahan.

Di saat lampu rumah mulai padam, mereka masih menyusuri jalan, menunggu penumpang, mencari barang bekas atau menjaga kendaraan. Bukan karena ingin bekerja hingga larut, tetapi karena ada keluarga yang harus diberi makan.

Kisah itu menjadi sasaran Program Sedekah Setiap Hari Detikzone.id yang memasuki hari ke-78, Selasa (18/8/2026).

Bantuan diberikan langsung kepada para pencari nafkah yang masih beraktivitas di tengah malam. Mereka yang selama ini bekerja dalam sunyi, tetapi menjadi tumpuan kehidupan keluarganya.

Pimpinan Redaksi Detikzone.id, Igusty Madani, mengatakan sedekah tidak harus menunggu seseorang kaya.

“Jangan menunggu kaya untuk bersedekah. Kalau kita memiliki sedikit dan sedikit itu bisa membantu orang lain, jangan takut untuk memberikannya. Karena belum tentu besok kita masih hidup,” ujarnya.

Selama 78 hari, program tersebut telah menyentuh berbagai kelompok masyarakat, mulai dari lansia, janda, anak yatim, penyandang disabilitas, buruh harian, pemulung, abang becak hingga keluarga dhuafa.

Menurut Igusty, kritik dan cibiran tidak menjadi alasan untuk menghentikan gerakan tersebut.

“Kami tidak butuh panggung. Kami tidak sedang mencari tepuk tangan. Kami hanya ingin rezeki yang Allah titipkan, meskipun sedikit, bisa menjadi manfaat bagi orang lain,” tegasnya.

Selain sedekah harian, Detikzone.id juga menjalankan santunan anak yatim, bantuan pendidikan dan pengobatan, ambulans gratis, rumah singgah, wakaf Al-Qur’an, pembangunan musala, pembagian sembako serta bantuan bagi warga yang tertimpa musibah.

Kini, Program Rumah Makan Gratis bagi kaum dhuafa di Sumenep juga tengah dipersiapkan.

Sebab, ketika malam kembali turun, mereka akan kembali berada di jalan. Bekerja ketika sebagian orang telah terlelap, demi membawa pulang sedikit penghasilan untuk keluarga.

Di tengah sunyinya malam, ada perjuangan yang tidak boleh ikut dilupakan.

Dan bagi Detikzone.id, selama masih ada kesempatan untuk berbagi, kebaikan tidak harus menunggu esok hari.

(Rois/Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *