Potret: dr. Erliyati, M.Kes saat berada di ruang pelayanan RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.SUMENEP (RADAR9.ID) – Komitmen penguatan mutu layanan kesehatan kembali ditegaskan Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep, dr. Erliyati, melalui inspeksi langsung ke sejumlah unit pelayanan, Sabtu (18/4/2026).
Peninjauan dilakukan menyeluruh, mulai dari Unit Gawat Darurat (UGD) hingga ruang rawat inap.
Langkah ini merupakan bagian dari pengawasan internal untuk memastikan seluruh proses pelayanan medis berjalan sesuai standar operasional dan kebutuhan pasien terpenuhi secara optimal. Fokus utama diarahkan pada UGD sebagai titik krusial penanganan kasus darurat.
Dalam kunjungannya, dr. Erliyati tidak hanya berdialog dengan tenaga kesehatan, tetapi juga memantau kondisi pasien secara langsung. Ia menilai kesiapan tim medis, kecepatan respons, hingga alur pelayanan yang diterapkan di lapangan.
Namun, di tengah agenda tersebut, situasi berubah menjadi haru. Salah satu pasien yang sebelumnya mendapatkan penanganan intensif di UGD dinyatakan meninggal dunia.
Sebelum kabar duka itu diterima, dr. Erliyati sempat menjenguk pasien tersebut sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi pasien. Saat memastikan informasi medis, ia kemudian menerima konfirmasi bahwa pasien tidak tertolong.
Dengan penuh empati, ia langsung menyampaikan belasungkawa kepada pihak keluarga.
“Innalillahi wainnailaihi rojiun. Kami atas nama manajemen RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga amal ibadah almarhum/almarhumah diterima Allah SWT dan diampuni segala dosanya,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh prosedur medis telah dijalankan secara maksimal oleh tim kesehatan. Upaya penyelamatan, kata dia, dilakukan sesuai standar yang berlaku.
“Kami sudah berupaya optimal memberikan penanganan terbaik. Namun, hasil akhir tetap menjadi ketentuan Tuhan. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” tegasnya.
Peristiwa tersebut menjadi refleksi penting atas dinamika pelayanan di fasilitas kesehatan, khususnya dalam menghadapi situasi kritis.
Kehadiran langsung pimpinan rumah sakit di lapangan dinilai sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus kontrol terhadap kualitas layanan, terutama pada kondisi darurat yang menuntut kecepatan dan ketepatan penanganan.
(Red)
Tidak ada komentar