Sumenep Cetak Prestasi di FESyar Jawa 2026, Wakaf hingga Inklusi Keuangan Raih Juara

Radar9
28 Sep 2026 09:39
3 menit membaca

SURABAYA — Kabupaten Sumenep kembali mencatatkan prestasi di tingkat Regional Jawa. Kali ini, Sumenep berhasil meraih tiga penghargaan juara pertama dalam Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2026 yang berlangsung di Surabaya, 25–27 September 2026.

Tiga prestasi tersebut diraih Sumenep pada kategori Wakaf, Keuangan Mikro Syariah, serta Inklusi Keuangan Syariah Pemerintah Daerah.

Penghargaan tersebut diserahkan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak kepada Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim, didampingi Kepala Bagian Perekonomian Setdakab Sumenep Salamet Supriyadi.Capaian itu menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk terus memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah agar tidak berhenti pada pencapaian prestasi, tetapi mampu memberikan manfaat langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim mengatakan, tiga penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk semakin serius mengembangkan ekosistem ekonomi syariah di Kabupaten Sumenep.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Sumenep untuk terus memperkuat ekonomi syariah. Yang terpenting, manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas dan berkelanjutan,” kata KH Imam Hasyim.

Menurutnya, pengembangan ekonomi syariah harus diarahkan pada program-program yang mampu membuka akses ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, instrumen seperti wakaf, keuangan mikro syariah dan inklusi keuangan syariah diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari kompetisi atau pencapaian kelembagaan, tetapi dapat dioptimalkan sebagai sarana pemberdayaan masyarakat.

“Kita ingin ekonomi syariah tumbuh secara nyata. Wakaf, keuangan mikro syariah dan inklusi keuangan harus menjadi bagian dari upaya membuka akses ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, penguatan ekonomi syariah membutuhkan sinergi lintas sektor. Pemerintah daerah akan terus membangun kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan, termasuk lembaga keuangan, pelaku usaha dan elemen masyarakat untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Sumenep.

“Prestasi ini harus menjadi penyemangat untuk bekerja lebih baik. Pemerintah daerah akan terus mendorong kolaborasi agar ekonomi syariah semakin kuat dan memberikan manfaat bagi masyarakat Sumenep,” pungkasnya.

FESyar Jadi Ruang Penguatan Ekosistem Syariah

FESyar Regional Jawa 2026 diselenggarakan Bank Indonesia di Surabaya dengan mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital.”

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026, sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di tingkat regional.

Rangkaian FESyar Jawa 2026 mencakup forum ekonomi syariah, pameran produk UMKM, business matching, kegiatan wakaf, serta berbagai kompetisi ekonomi dan budaya Islam.

Bagi Kabupaten Sumenep, capaian tiga juara pertama tersebut menjadi modal sekaligus dorongan untuk memperluas implementasi ekonomi syariah melalui program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Penguatan wakaf, keuangan mikro syariah dan inklusi keuangan diharapkan dapat terus dikembangkan secara kolaboratif, sehingga ekonomi syariah di Sumenep tidak hanya tumbuh dari sisi kelembagaan, tetapi juga mampu membuka semakin banyak akses ekonomi dan peluang pemberdayaan masyarakat.

Dengan capaian tersebut, Sumenep menunjukkan komitmennya untuk terus mengambil bagian dalam penguatan ekonomi dan keuangan syariah, sekaligus mendorong agar prinsip inklusivitas, keberlanjutan dan kemanfaatan menjadi bagian dari pembangunan ekonomi daerah.

(Redaksi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *