DKPP Sumenep Kerahkan 47 Nakeswan Awasi Lapak Kurban, Tiga Kambing Berpenyakit Orf Jadi Temuan Awal

Radar9
20 Mei 2026 19:08
2 menit membaca

SUMENEP (RADAR9.ID) – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban dengan menerjunkan 47 tenaga kesehatan hewan (nakeswan) ke sejumlah lapak penjualan ternak dadakan.

Puluhan petugas tersebut terdiri dari 20 tenaga medis hewan dan 27 paramedis yang disebar untuk melakukan pemeriksaan langsung terhadap hewan kurban yang diperjualbelikan di wilayah daratan hingga kepulauan.

Langkah pengawasan diperketat setelah tim DKPP menemukan tiga ekor kambing yang terjangkit penyakit orf di salah satu lapak penjualan hewan kurban.

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan monitoring kesehatan ternak akan terus diintensifkan hingga mendekati pelaksanaan Idul Adha.

“Pengawasan akan semakin intens sampai hari H untuk memastikan hewan yang dijual sehat dan layak dijadikan hewan kurban,” ujarnya, Rabu (21/5/2026).

Menurutnya, petugas akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi fisik ternak, termasuk mendeteksi gejala penyakit menular dan memastikan hewan memenuhi syarat sebagai hewan kurban.

DKPP juga mengingatkan para pedagang agar tidak menjual ternak yang sakit maupun yang terindikasi terpapar penyakit menular. Jika ditemukan hewan bermasalah, petugas akan meminta pedagang segera memisahkan ternak tersebut guna mencegah penularan ke hewan lain.

“Hewan yang sakit harus dipisahkan supaya tidak menular ke ternak lainnya di lapak penjualan,” tegasnya.

Saat ini, DKPP telah mendata sedikitnya delapan lapak penjualan hewan kurban yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Sumenep. Namun jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah seiring meningkatnya aktivitas penjualan menjelang Idul Adha.

Selain melakukan pemeriksaan kesehatan, tim nakeswan juga memberikan edukasi kepada pedagang dan masyarakat terkait ciri-ciri hewan kurban yang sehat dan layak dibeli.

Masyarakat diimbau lebih teliti saat membeli hewan kurban, terutama dengan memperhatikan kondisi mulut, kulit, mata, hingga perilaku ternak agar terhindar dari hewan yang terindikasi sakit.

“Monitoring akan terus dilakukan di wilayah daratan maupun kepulauan agar peredaran hewan sakit dapat dicegah menjelang Idul Adha,” pungkasnya.

(Pank’s/Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *