Dari Haul hingga Advokasi, Harlah ke-8 LBH Achmad Madani Sarat Nilai Spiritual dan Sosial

Radar9
16 Apr 2026 20:34
2 menit membaca

SUMENEP, RADAR9.ID – Menandai delapan tahun dedikasi di dunia advokasi, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Achmad Madani Putra dan Rekan-rekan menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-VIII Kegiatan dipusatkan di Musala Al-Inabah, Jalan Asta Tinggi, Kampung Judonegoro, Desa Kebunagung, Kecamatan Kota Sumenep.pada Kamis, 16 April 2026.

Peringatan ini tidak hanya menjadi momentum refleksi perjalanan lembaga, tetapi juga dirangkai dengan agenda religius dan sosial. Di antaranya Haul Akbar almarhum Achmad Madani bin H. Abdullah, figur sentral yang dikenal sebagai penggagas, inisiator, sekaligus pembimbing di lingkungan LBH tersebut.

Selain itu, kegiatan juga diisi dengan peringatan 1.000 hari wafatnya almarhumah Ibu Fajariyah alias Dariyani binti K. Supliya, sebagai bentuk penghormatan dan doa bersama.

Rangkaian acara disusun secara berurutan, diawali dengan santunan kepada anak yatim dan dhuafa, dilanjutkan khotmil Al-Qur’an, tawasul dan pembacaan shalawat qiyam, manaqib Syekh Abdul Qodir Jaelani RA, ceramah agama, hingga ditutup dengan ramah tamah sebagai sarana mempererat silaturahmi.

Ketua umum LBH Achmad Madani Putra dan Rekan-rekan, Kamarullah, S.H., M.H., menegaskan bahwa peringatan harlah ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang refleksi untuk memperkuat nilai perjuangan lembaga.

Ia menyampaikan, semangat pengabdian almarhum Achmad Madani harus terus dilanjutkan, khususnya dalam memberikan akses bantuan hukum kepada masyarakat kecil serta memperjuangkan keadilan yang inklusif.

“Perjalanan delapan tahun ini menjadi fase penting bagi kami untuk melakukan konsolidasi internal dan mempertegas komitmen dalam memberikan layanan hukum yang adil, merata, dan berpihak kepada masyarakat yang lemah,” ujarnya.

Menurutnya, pengalaman selama delapan tahun menunjukkan bahwa keadilan tidak hanya bertumpu pada norma hukum tertulis, tetapi juga keberanian untuk hadir dan membela kelompok yang tidak memiliki kekuatan suara.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep, K. Imam Hasyim, dalam sambutannya memberikan apresiasi atas konsistensi LBH Achmad Madani Putra dan Rekan-rekan dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Ia menilai keberadaan LBH memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam pendampingan hukum, terutama bagi masyarakat kurang mampu.

“Kegiatan ini sangat konstruktif karena memadukan nilai keagamaan dengan kepedulian sosial, seperti santunan kepada anak yatim dan dhuafa,” ungkapnya.

Ia berharap LBH Achmad Madani Putra dan Rekan-rekan terus berkembang serta menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan keadilan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sumenep.

(Nin/Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *