Dari Desa Torbang ke Podium Juara, Awan Dania Ukir Prestasi Pencak Silat Nasional

Radar9
25 Okt 2026 16:51
3 menit membaca

SUMENEP – Atlet pencak silat muda asal Desa Torbang, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Awan Dania Dwi Putri, menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih juara pertama kategori seni tunggal remaja putri dalam ajang Trunodjoyo National Championship III 2026.

Siswi berusia 15 tahun yang duduk di kelas X-4 SMA Negeri 2 Sumenep tersebut berhasil meraih posisi tertinggi dalam kejuaraan yang berlangsung di kampus Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Kabupaten Bangkalan.

Prestasi itu menjadi bukti kerja keras, kedisiplinan, dan kesungguhannya dalam mengembangkan kemampuan di cabang olahraga pencak silat. Capaian tersebut sekaligus mengharumkan nama keluarga, sekolah, serta perguruan Sasana Walet Hitam tempatnya berlatih.

Dania mengaku bersyukur atas hasil yang diraihnya. Menurutnya, kemenangan tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan berikutnya.

“Alhamdulillah, saya bersyukur bisa meraih juara pertama. Hasil ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan,” ujar Dania kepada redaksi, Minggu (25/10/2026).

Ia menegaskan, prestasi tersebut bukan akhir dari perjalanan kariernya di dunia pencak silat. Dania bertekad terus belajar, memperbaiki kekurangan, dan meningkatkan kualitas penampilannya agar mampu bersaing di kompetisi dengan level yang lebih tinggi.

“Saya ingin terus berkembang dan membawa nama sekolah serta perguruan menjadi lebih baik melalui prestasi pencak silat,” katanya.

Di balik keberhasilan tersebut, dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting yang mengiringi perjalanan Dania dalam menekuni olahraga bela diri.

Orang tuanya, Hairul Anwar Rasidi, mengaku bangga atas pencapaian putrinya yang mampu bersaing dengan peserta lain hingga meraih juara pertama di tingkat nasional.

Meski demikian, Hairul mengingatkan agar keberhasilan di bidang olahraga tetap diimbangi dengan tanggung jawab sebagai pelajar. Menurutnya, prestasi olahraga dan pendidikan formal harus berjalan beriringan sehingga Dania dapat mengembangkan potensi diri tanpa mengabaikan kewajiban akademiknya.

“Kami bangga atas pencapaian ini. Semoga prestasi ini membuatnya semakin semangat belajar, berlatih, dan tetap rendah hati,” ungkap Hairul.

Ia menegaskan, pendidikan harus tetap menjadi perhatian utama di tengah aktivitas latihan dan kejuaraan yang dijalani putrinya. Kemampuan mengatur waktu dinilai penting agar keduanya dapat berjalan seimbang.

“Kami selalu berharap pendidikan tetap menjadi prioritas. Dania harus terus berprestasi tanpa melupakan tanggung jawabnya sebagai pelajar,” tuturnya.

Hairul juga berpesan agar putrinya tidak cepat berpuas diri atas capaian yang telah diraih. Konsistensi latihan, evaluasi kemampuan, serta sikap menghormati pelatih dan lawan menjadi bekal penting untuk menghadapi kompetisi berikutnya.

“Jangan cepat puas dengan hasil yang diraih. Teruslah berlatih, hormati pelatih dan lawan, serta jadikan setiap pertandingan sebagai pengalaman berharga,” tegasnya.

Prestasi Dania di Trunodjoyo National Championship III 2026 diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda Sumenep untuk terus mengembangkan bakat, menekuni olahraga secara disiplin, dan berani bersaing dalam berbagai kejuaraan.

(Syah/Redaksi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *