DKPP Sumenep Perluas Jangkauan Air untuk Optimalkan Sawah Tadah Hujan

Radar9
14 Okt 2026 06:14
Daerah 0
2 menit membaca

SUMENEP – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep mendorong optimalisasi lahan sawah tadah hujan melalui perluasan jangkauan sumber air pada 2026.

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian, mengoptimalkan lahan tidur, serta membuka peluang peningkatan indeks pertanaman, khususnya komoditas padi.

Program tersebut menjadi salah satu upaya DKPP Sumenep dalam memaksimalkan potensi lahan pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal. Ketersediaan air menjadi perhatian utama karena berpengaruh langsung terhadap keberlangsungan budidaya tanaman pangan, terutama saat petani menghadapi keterbatasan air pada musim tanam.

Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan kondisi geografis wilayah setempat menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan sektor pertanian, khususnya untuk memenuhi kebutuhan air irigasi.

“Secara geografis, Kabupaten Sumenep merupakan wilayah perbukitan, bukan pegunungan. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam memenuhi kebutuhan air untuk menunjang produktivitas pertanian,” ujar Chainur Rasyid.

Menurutnya, keterbatasan sumber air perlu diatasi melalui upaya optimalisasi jangkauan air agar lahan yang selama ini belum produktif dapat dimanfaatkan secara maksimal.

DKPP Sumenep berharap ketersediaan air yang lebih memadai mampu mendukung peningkatan frekuensi tanam sesuai kondisi lahan dan musim. Dengan demikian, produktivitas pertanian dapat meningkat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Optimalisasi jangkauan air menjadi salah satu hal penting dalam mendukung pengembangan lahan pertanian. Kami berharap lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal dapat dioptimalkan sehingga mampu meningkatkan produktivitas tanaman pangan,” ungkapnya.

Chainur menambahkan, pelaksanaan program tersebut mengacu pada petunjuk teknis kementerian melalui Keputusan Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian.

Melalui program ini, DKPP Sumenep mendorong pengelolaan lahan dan sumber daya air secara lebih optimal agar potensi sawah tadah hujan dapat dimanfaatkan secara produktif.

Upaya tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi petani serta mendukung keberlanjutan produksi pangan di Kabupaten Sumenep.

(Syah/Redaksi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *