Bappeda Sumenep Petakan Ekonomi Kreatif, Generasi Muda Didorong Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

Radar9
20 Agu 2026 15:16
Berita 0
3 menit membaca

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) mulai memperkuat pemetaan potensi ekonomi kreatif sebagai bagian dari strategi membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus memperluas kesempatan kerja di daerah.

Upaya tersebut diarahkan untuk mengidentifikasi berbagai sektor kreatif yang memiliki peluang dikembangkan menjadi usaha produktif. Langkah ini dinilai penting, terutama dalam memberikan ruang lebih besar kepada generasi muda Sumenep untuk mengubah kreativitas dan inovasi menjadi aktivitas ekonomi yang bernilai.

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan sektor ekonomi kreatif memiliki potensi besar karena bertumpu pada ide, kreativitas, inovasi, serta kemampuan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal.

Menurutnya, sejumlah subsektor terus menjadi perhatian dalam pemetaan, mulai dari teknologi informasi, kuliner, kerajinan, seni, hingga kebudayaan yang berkembang di tengah masyarakat.

“Sehingga keberadaannya dapat memberikan sumbangsih terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumenep,” terang Arif Firmanto.

Arif menjelaskan, pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan dukungan kebijakan yang tepat agar potensi yang telah tumbuh di masyarakat tidak berhenti sebatas kreativitas, tetapi dapat berkembang menjadi usaha yang memiliki nilai ekonomi dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

Karena itu, pemerintah daerah tidak hanya dituntut menyiapkan regulasi, tetapi juga membangun ekosistem yang dapat mendorong masyarakat untuk terus berinovasi.

Dalam konteks tersebut, generasi muda dinilai memiliki posisi strategis. Kreativitas, kemampuan beradaptasi dengan teknologi, serta keberanian menciptakan gagasan baru menjadi modal penting untuk melahirkan pelaku usaha baru di Kabupaten Sumenep.

“Generasi muda Sumenep jangan hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan. Mereka harus tampil sebagai pelaku utama dengan memanfaatkan kreativitas dan inovasi yang dimiliki,” tegasnya.

Bappeda Sumenep juga melihat pengembangan ekonomi kreatif sebagai salah satu instrumen untuk memperluas sumber pendapatan masyarakat sekaligus menyerap tenaga kerja, khususnya bagi kalangan anak muda.

Pengembangannya pun tidak hanya diarahkan di wilayah daratan. Pemkab Sumenep mendorong agar potensi ekonomi kreatif turut dikembangkan di kawasan kepulauan dengan menyesuaikan karakteristik, budaya, sumber daya, dan keunggulan lokal masing-masing wilayah.

Pemerataan tersebut diharapkan mampu menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang tidak terpusat di wilayah perkotaan saja. Setiap daerah diharapkan dapat mengembangkan produk kreatif sesuai potensi yang dimilikinya sehingga manfaat pembangunan ekonomi dapat dirasakan lebih luas.

Arif menegaskan, keberpihakan terhadap kreativitas generasi muda merupakan bagian penting dari investasi pembangunan daerah. Pemerintah, kata dia, perlu memberikan ruang agar anak muda tidak hanya menjadi konsumen, tetapi mampu tampil sebagai pencipta sekaligus pelaku ekonomi.

“Investasi terbaik bagi daerah adalah memberikan ruang dan kesempatan kepada generasi muda untuk berkarya serta membangun daerahnya sendiri,” jelas Arif Firmanto.

Dengan pemetaan potensi yang lebih terarah dan dukungan kebijakan yang berkelanjutan, sektor ekonomi kreatif diharapkan mampu menjadi salah satu kekuatan baru dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi Sumenep sekaligus membuka semakin banyak peluang kerja bagi masyarakat.

(Redaksi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *