
SURABAYA – Sebanyak 100 pemuda Surabaya mengikuti kegiatan Pembentukan Kader Anti Kekerasan Remaja yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Pemerintah Kota Surabaya. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu 22 Juli 2026 ini bertempat di Auditorium UWP Kampus Benowo Surabaya.
Sebagai bentuk bagian nyata dari komitmen Universitas Wijaya Putra (UWP) sebagai Kampus Sociopreneur dalam mendukung program pemerintah kota di bidang kepemudaan, kegiatan ini bertujuan membentuk generasi muda yang tidak hanya memahami bahaya kenakalan remaja, tetapi juga memiliki kemampuan menjadi komunikator dan penggerak perubahan di lingkungan sekitar. Melalui sinergi antara UWP dan Disbudporapar Surabaya diharapkan lahir ekosistem kolaboratif yang berkelanjutan antara dunia pendidikan tinggi dan kebijakan publik, khususnya dalam pemberdayaan pemuda.
Dalam kegiatan tersebut, Dwiyana Anela Kurniasari, SP., M.Si., membawakan materi bertajuk “Menjadi Kader Anti Kenakalan Remaja dengan Kepemimpinan, Komunikasi, dan Berdampak.” Materi difokuskan pada penguatan kemampuan public speaking, komunikasi teman sebaya, serta penyusunan kampanye edukatif sebagai strategi pencegahan berbagai bentuk kekerasan di kalangan remaja.
Menurut Dwiyana, keberhasilan seorang kader tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuannya dalam menyampaikan pesan secara efektif dan menginspirasi teman sebaya.
“Remaja memiliki pengaruh yang kuat terhadap lingkungannya. Ketika mereka mampu berkomunikasi dengan baik, menyampaikan pesan secara persuasif, dan menjadi teladan, maka mereka dapat menjadi agen perubahan yang efektif dalam mencegah kekerasan di kalangan remaja,” jelasnya.
Achmad Meydana, ST., selaku Ketua Tim Kerja Penguatan Pemuda Bidang Kepemudaan Disbudporapar Surabaya, menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme para peserta serta dukungan penuh dari UWP. Menurutnya kegiatan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Kota Surabaya dalam menciptakan generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan memiliki daya saing.
“Kami di Disbudporapar tidak hanya ingin mencetak kader yang paham teori, tetapi juga mampu turun ke lapangan dan menjadi teladan bagi teman-temannya. Public speaking dan komunikasi persuasif adalah bekal utama agar pesan-pesan anti kekerasan dapat diterima dengan baik oleh kalangan remaja. Kami sangat berterima kasih kepada UWP yang telah menjadi mitra strategis dan menyediakan fasilitas yang mendukung terselenggaranya kegiatan ini dengan lancar,” ujar Achmad.
Melalui kegiatan ini Disbudporapar Pemerintah Kota Surabaya berharap lahir kader-kader muda yang mampu menjadi komunikator, edukator, dan penggerak perubahan. Dengan keterampilan berbicara di depan umum, komunikasi yang efektif, serta kemampuan menyusun kampanye kreatif, para kader diharapkan dapat mengajak teman sebaya untuk menolak segala bentuk kekerasan dan bersama-sama membangun lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan berkarakter.
Dampak atas kerja sama antara UWP dan Disbudporapar Surabaya tidak hanya dirasakan oleh para peserta, tetapi juga oleh warga Surabaya secara luas.
Kehadiran kader-kader terlatih di berbagai sekolah diharapkan berdampak dalam pencegahan kekerasan remaja, memperkuat ketahanan sosial di tingkat komunitas, serta menjadikan Surabaya sebagai kota yang lebih aman dan humanis. UWP sebagai Kampus Sociopreneur berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan solusi nyata bagi permasalahan sosial, terutama yang menyentuh generasi muda.
( Bagus Eka )
Tidak ada komentar