Menjaga Sumenep Tetap Bersih di Tengah Keramaian, JSI Apresiasi Dedikasi Petugas DLH

Radar9
6 Sep 2026 21:32
Daerah 0
3 menit membaca

SUMENEP – Di tengah berbagai aktivitas masyarakat yang berlangsung hampir setiap hari di Kabupaten Sumenep, ada pekerjaan yang sering luput dari perhatian. Ketika masyarakat beraktivitas, menikmati ruang publik hingga menghadiri berbagai event, petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep justru berada di lapangan memastikan lingkungan tetap bersih.

Pekerjaan itu tidak hanya dilakukan ketika ada kegiatan besar. Hampir setiap saat, mereka harus berhadapan dengan sampah yang ditinggalkan dari berbagai aktivitas masyarakat.

Mulai dari menyapu jalan, mengumpulkan sampah, mengangkutnya hingga memastikan lokasi dan ruang publik kembali bersih, menjadi bagian dari rutinitas yang mereka jalani.

Bahkan, ketika sebuah event menghadirkan kerumunan masyarakat dalam jumlah besar, beban pekerjaan mereka ikut meningkat. Saat masyarakat menikmati acara, petugas kebersihan justru harus memastikan sampah yang berserakan tidak menjadi persoalan setelah kegiatan berakhir.

Kondisi tersebut terlihat dalam berbagai kegiatan di Sumenep, termasuk Festival Musik Tongtong Se-Madura 2026. Di sepanjang lokasi dan jalur kegiatan, petugas kebersihan DLH tetap bekerja mengumpulkan botol plastik, kemasan makanan, kertas dan berbagai sampah lainnya.

Namun, Festival Tongtong hanyalah salah satu gambaran dari pekerjaan mereka.

Berbagai event daerah, kegiatan masyarakat, pertunjukan, festival hingga aktivitas di ruang publik hampir selalu membutuhkan kehadiran petugas kebersihan. Mereka datang bukan untuk menikmati keramaian, tetapi memastikan keramaian tidak meninggalkan persoalan sampah.

Ketua Jurnalis Sumenep Independen (JSI), Igusty Madani, memberikan apresiasi terhadap dedikasi para petugas kebersihan DLH Sumenep tersebut.

Menurutnya, pekerjaan yang dilakukan para petugas kebersihan memiliki peran penting dalam menjaga kenyamanan masyarakat sekaligus lingkungan Kabupaten Sumenep.

“Menurut saya, mereka ini adalah mujahid lingkungan. Hampir setiap saat mereka bekerja menjaga kebersihan. Ketika masyarakat sedang menikmati kegiatan, mereka justru memikirkan bagaimana setelah kegiatan itu selesai lingkungannya tetap bersih,” ujarnya.

Ia menilai, keberadaan petugas kebersihan sering kali baru terasa ketika lingkungan mulai kotor. Padahal, di balik kondisi lingkungan yang bersih dan tertata, ada tenaga serta waktu yang terus dicurahkan para petugas di lapangan.

“Event boleh ramai, masyarakat boleh menikmati hiburan, tetapi jangan lupa ada orang-orang yang bekerja di tengah dan setelah keramaian itu. Mereka memastikan jalan, ruang publik dan lokasi kegiatan kembali bersih,” katanya.

Igusty menegaskan, apresiasi terhadap petugas kebersihan tidak semestinya hanya diberikan ketika mereka bertugas dalam event besar. Sebab, pekerjaan menjaga kebersihan berlangsung setiap hari dan menjadi bagian penting dari pelayanan kepada masyarakat.

“Bukan hanya saat Festival Tongtong. Setiap hari mereka bekerja. Ketika ada event, pekerjaannya tentu semakin berat karena volume sampah juga bertambah. Karena itu, menurut kami, mereka layak mendapatkan apresiasi,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat juga memiliki peran penting untuk membantu pekerjaan para petugas kebersihan. Salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan dan ikut menjaga kebersihan fasilitas umum.

“Kalau masyarakat ikut menjaga kebersihan, pekerjaan mereka tentu akan lebih ringan. Kebersihan bukan hanya tanggung jawab petugas, tetapi tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

(Redaksi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *