Potret: Tampak depan Kantor BAPPEDA Kabupaten Sumenep dengan suasana aktivitas pegawai di halaman kantor. Dok/Redaksi.SUMENEP (RADAR9.ID) – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Sumenep mulai mengintensifkan digitalisasi sistem perencanaan pembangunan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas, ketepatan sasaran, dan sinkronisasi program antarorganisasi perangkat daerah (OPD).
Transformasi digital tersebut dilakukan melalui penguatan integrasi data perencanaan, penganggaran, hingga evaluasi program pembangunan daerah berbasis sistem elektronik.
Langkah itu dinilai penting untuk menjawab tantangan tata kelola pemerintahan yang semakin menuntut kecepatan, transparansi, dan akurasi data.
Kepala BAPPEDA Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto menyatakan, digitalisasi perencanaan bukan sekadar perubahan teknis administrasi, melainkan bagian dari reformasi birokrasi dalam memperkuat kualitas pembangunan daerah.
“Melalui sistem digital, seluruh proses perencanaan bisa lebih terukur, terintegrasi, dan mudah dipantau. Ini akan meminimalisasi tumpang tindih program serta memastikan kebijakan pembangunan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya, Jum’at (29/5/2026).
Menurutnya, selama ini salah satu tantangan utama pembangunan daerah adalah sinkronisasi data antar-OPD yang sering kali belum seragam. Dengan penerapan sistem digital terintegrasi, seluruh usulan program dapat dipetakan secara lebih detail berdasarkan skala prioritas dan capaian indikator pembangunan.
BAPPEDA juga mulai mendorong pemanfaatan dashboard monitoring untuk memantau progres pelaksanaan program secara berkala. Sistem tersebut memungkinkan evaluasi dilakukan lebih cepat sehingga OPD dapat segera melakukan penyesuaian apabila ditemukan kendala di lapangan.
Selain memperkuat efektivitas program, digitalisasi perencanaan juga diarahkan untuk meningkatkan transparansi penggunaan anggaran daerah. Setiap tahapan perencanaan hingga pelaksanaan program dapat terdokumentasi secara sistematis dan mudah diakses dalam proses pengawasan internal pemerintah.
Langkah digitalisasi itu sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Sumenep mempercepat implementasi pemerintahan berbasis elektronik atau SPBE dalam mendukung pelayanan publik yang lebih modern dan akuntabel.
BAPPEDA berharap transformasi sistem perencanaan digital mampu menciptakan pembangunan yang lebih tepat sasaran, efisien, serta berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sumenep.
(Nin/Red)
Tidak ada komentar