Tumpahan Diduga Solar Berulang, Jalan Raya Manding Butuh Penanganan Serius

Radar9
30 Sep 2026 07:16
3 menit membaca

SUMENEP – Tumpahan cairan yang diduga solar kembali ditemukan di sejumlah titik di Jalan Raya Manding, Kabupaten Sumenep. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena permukaan jalan yang licin berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.

Sedikitnya terdapat tiga titik yang selama ini disebut rawan ditemukan tumpahan cairan yang diduga solar. Lokasi tersebut berada di tikungan sebelah pabrik air Desa Kebunan, depan Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Lalangon, serta di sisi selatan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Manding, Desa Giring.

Sejumlah warga dan pengguna jalan menyebut, selain tumpahan yang berulang, kecelakaan tunggal juga kerap terjadi di sejumlah titik tersebut. Kondisi permukaan jalan yang licin diduga menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko pengendara kehilangan kendali, khususnya pengendara sepeda motor.

Pada Selasa (29/9/2026), kecelakaan tunggal kembali terjadi di sekitar depan Pustu Desa Lalangon. Peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan kondisi permukaan jalan yang terdapat tumpahan cairan licin. Namun, sumber cairan maupun penyebab pasti kecelakaan masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan pihak berwenang.

Selain di sekitar Pustu Desa Lalangon, tumpahan cairan serupa juga ditemukan di sisi selatan BPP Manding. Kondisi tersebut menambah kekhawatiran pengguna jalan, mengingat jalur tersebut menjadi akses masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.Petugas Polsek Manding yang mengetahui kejadian tersebut langsung bergerak ke lokasi. Selain melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas, petugas juga melakukan pembersihan terhadap tumpahan yang diduga solar guna mengurangi risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.

Aipda Agus Junaidi, anggota Polsek Manding, mengatakan pihaknya langsung melakukan pengamanan setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut.

“Begitu mendapat informasi, kami langsung datang ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan mengatur arus lalu lintas. Kami juga berupaya membersihkan tumpahan yang diduga solar agar tidak membahayakan pengendara yang melintas. Untuk sumber tumpahan maupun penyebab kecelakaan, tentunya masih perlu dipastikan lebih lanjut,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Lalangon yang berada di lokasi mengungkapkan bahwa tumpahan yang diduga solar tersebut bukan kali pertama ditemukan.

“Di sini sering terjadi solar tumpah. Saya juga sering ikut membersihkan,” ujarnya pada media ini.

Berulangnya temuan tumpahan tersebut, ditambah adanya laporan mengenai kecelakaan tunggal di titik-titik rawan, membuat masyarakat berharap adanya langkah pencegahan yang lebih konkret dari pihak terkait.

Salah satunya dengan memasang rambu atau tanda peringatan pada titik-titik yang dianggap rawan, terutama ketika ditemukan tumpahan cairan yang dapat membuat permukaan jalan menjadi licin.Masyarakat juga berharap dilakukan penelusuran untuk mengetahui sumber tumpahan tersebut. Jika nantinya diketahui berasal dari kendaraan pengangkut bahan bakar atau kendaraan lainnya, diperlukan langkah pengawasan dan penanganan agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Persoalan tersebut tidak hanya menyangkut kondisi badan jalan, tetapi juga berkaitan langsung dengan keselamatan pengguna jalan.

Karena itu, diperlukan koordinasi antara kepolisian, instansi yang berwenang menangani jalan, pemerintah desa, serta pihak terkait lainnya untuk mencari solusi terhadap persoalan yang berulang tersebut.

Pengendara yang melintas di Jalan Raya Manding, khususnya di tiga titik tersebut, diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi kecepatan apabila mendapati permukaan jalan yang tampak licin atau terdapat tumpahan cairan.

(Pank’s/Redaksi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *