Dinkes Sumenep Asah Kapasitas Nakes dan Kader, Percepat Pencegahan PD3I

Radar9
10 Apr 2026 17:35
2 menit membaca

SUMENEP, RADAR9.ID – Upaya menekan penyebaran Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) terus diperkuat. Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep menggelar peningkatan kapasitas tenaga kesehatan (nakes) dan kader kesehatan, Jumat (10/4/2026).

Kegiatan yang digelar di Hotel Baghraf tersebut menghadirkan pakar kesehatan, Prof. Dr. Dominicus Husada, serta diikuti 40 kader dari 22 puskesmas wilayah daratan. Kader dari wilayah kepulauan turut berpartisipasi secara daring, memastikan pemerataan peningkatan kapasitas hingga daerah terpencil.

Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinkes P2KB Sumenep, jajaran Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), serta tim Promosi Kesehatan (Promkes), imunisasi, dan surveilans.

Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg. Ellya Fardasah, M.Kes menegaskan, kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi.

“Kesadaran masyarakat adalah kunci utama keberhasilan pencegahan penularan penyakit melalui imunisasi,” tegasnya.

Ia menambahkan, penguatan kapasitas ini diarahkan agar nakes dan kader mampu menjadi ujung tombak edukasi di lapangan sekaligus penggerak partisipasi masyarakat.

“Sinergi nakes dan kader menjadi kunci agar edukasi kesehatan menjangkau luas dan efektif menekan penyakit menular di Sumenep,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesmas, Desy Febryana, S.Kep.Ns., M.Kes menjelaskan, kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kemampuan teknis dan pendekatan komunikasi kepada masyarakat.

“Peserta dibekali strategi komunikasi yang tepat agar masyarakat lebih terbuka dan aktif mengikuti program imunisasi,” jelasnya.

Tak hanya itu, peserta juga mendapatkan penguatan metode edukasi kesehatan yang efektif, sehingga pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami dan berdampak langsung terhadap perubahan perilaku masyarakat.

(Prabu/Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *