Saatnya Mengevaluasi Sistem Penyuluh Pertanian di Kota Probolinggo

Radar9
1 Sep 2026 16:37
Opini 0
2 menit membaca

Oleh: Ismail Rahmat

OPINI – Di tengah besarnya tantangan sektor pertanian, mulai dari perubahan iklim, fluktuasi harga, hingga regenerasi petani yang berjalan lambat, peran penyuluh pertanian seharusnya menjadi garda terdepan dalam mendampingi petani. Namun, pertanyaan yang patut diajukan adalah: apakah sistem penyuluhan pertanian di Kota Probolinggo sudah berjalan secara efektif dan memberikan dampak nyata bagi petani?

Pertanyaan tersebut bukan dimaksudkan untuk meremehkan profesi penyuluh. Sebaliknya, ini merupakan bentuk kepedulian agar anggaran negara yang dialokasikan untuk penyuluhan benar-benar menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Di lapangan, masih muncul pandangan bahwa aktivitas penyuluhan belum selalu diikuti dengan peningkatan produktivitas, nilai tambah hasil pertanian, maupun kesejahteraan petani. Jika kondisi ini benar terjadi, maka yang perlu dievaluasi bukan hanya individu penyuluh, tetapi juga sistem kerja yang diterapkan.

Salah satu aspek yang layak dikaji adalah indikator penilaian kinerja penyuluh. Apakah keberhasilan penyuluh masih lebih banyak diukur dari jumlah laporan, administrasi, dan kegiatan yang terlaksana? Ataukah sudah berorientasi pada hasil nyata, seperti peningkatan produktivitas lahan, bertambahnya pendapatan petani, berkembangnya kelompok tani, serta terbukanya akses pasar bagi hasil pertanian?

Selain itu, model kerja penyuluh juga perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman. Di era digital, informasi teknologi budidaya dapat diakses petani melalui berbagai media. Karena itu, penyuluh seharusnya tidak hanya menjadi penyampai materi, tetapi juga berperan sebagai pendamping usaha tani, fasilitator kemitraan, penghubung dengan lembaga keuangan, dan pembuka akses pasar.

Evaluasi juga penting dilakukan terhadap intensitas pendampingan di lapangan. Sejauh mana penyuluh hadir saat petani menghadapi serangan hama, perubahan cuaca, kesulitan pemasaran, atau persoalan permodalan? Kehadiran yang konsisten pada saat petani membutuhkan akan lebih bermakna daripada sekadar memenuhi target administratif.

Masyarakat juga berhak mengetahui sejauh mana program penyuluhan memberikan hasil yang terukur. Transparansi mengenai target, capaian, dan indikator keberhasilan dapat memperkuat kepercayaan publik sekaligus menjadi dasar perbaikan kebijakan.

Opini ini tidak dimaksudkan untuk menggeneralisasi seluruh penyuluh di Kota Probolinggo. Sangat mungkin terdapat penyuluh yang bekerja dengan dedikasi tinggi dan memberi manfaat besar bagi petani. Justru karena itu, evaluasi yang objektif akan membantu mengidentifikasi praktik-praktik baik yang layak diperluas sekaligus memperbaiki aspek yang masih kurang efektif.

Sudah saatnya pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penyuluhan pertanian. Tujuannya bukan untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan bahwa setiap rupiah anggaran yang digunakan benar-benar menghasilkan peningkatan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan di Kota Probolinggo.

Pada akhirnya, keberhasilan penyuluh tidak semata-mata diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari perubahan nyata yang dirasakan petani. Itulah ukuran yang paling relevan bagi pelayanan publik.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *