
SUMENEP – Semarak Madura Culture Fest (MCF) #4 2026 di Stadion A. Yani Sumenep tidak hanya menghadirkan beragam pertunjukan dan aktivitas budaya, tetapi juga menjadi ruang bagi Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Di tengah antusiasme peserta dan pengunjung dalam rangkaian Madura Night Vaganza 2026, DLH Sumenep mendorong seluruh peserta stand menjadikan kebersihan sebagai bagian dari penyelenggaraan kegiatan. Setiap stand diimbau menyediakan tempat sampah serta memastikan sampah yang dihasilkan selama kegiatan dikelola dengan tertib.
Kepala DLH Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, AP., M.Si., menegaskan bahwa kebersihan bukan sekadar persoalan teknis dalam sebuah kegiatan, melainkan bagian dari upaya membangun kesadaran bersama sekaligus menjaga citra Kabupaten Sumenep.
“Kami mengimbau seluruh peserta menyediakan tempat sampah di setiap stand. Kebersihan bukan hanya aturan, tetapi bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan citra Sumenep,” kata Anwar Syahroni Yusuf, Rabu (26/8/2026).
Menurutnya, penerapan kebersihan dalam MCF #4 2026 juga menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan positif di tengah masyarakat. Bahkan, kebersihan stand turut menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam penilaian lomba.
Dengan demikian, peserta tidak hanya dituntut mampu menghadirkan stand yang menarik dan kreatif, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan di sekitar lokasi kegiatan.
“Tempat sampah di setiap stand merupakan bentuk tanggung jawab bersama. Kebersihan harus menjadi bagian dari budaya dan mencerminkan kepedulian masyarakat Sumenep,” ujarnya.
Sebagai bagian dari penguatan pengelolaan sampah selama pelaksanaan kegiatan, DLH Sumenep turut menyiapkan fasilitas Bank Sampah.
Keberadaan Bank Sampah tersebut diharapkan dapat mendorong peserta maupun pengunjung untuk tidak sekadar membuang sampah, tetapi mulai membiasakan diri memilah dan menyetorkan sampah yang masih memiliki nilai manfaat.
Menariknya, sampah yang disetorkan peserta melalui Bank Sampah berpeluang mendapatkan hadiah melalui mekanisme undian doorprize pada saat penutupan acara.
Langkah tersebut menjadi bentuk edukasi sekaligus ajakan bahwa sampah yang dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat dan tidak selalu berakhir sebagai limbah yang mencemari lingkungan.
“Melalui Bank Sampah, kami ingin memberikan edukasi bahwa pengelolaan sampah bisa dilakukan dengan cara yang sederhana, tetapi memberikan dampak positif bagi lingkungan,” jelas Anwar.
DLH Sumenep memastikan ketentuan mengenai kebersihan berlaku bagi seluruh peserta MCF #4 2026, baik dari unsur instansi pemerintah maupun pelaku usaha yang membuka stand.
Tidak ada perlakuan khusus dalam penerapan ketentuan tersebut. Seluruh pihak yang terlibat diharapkan memiliki kesadaran dan tanggung jawab yang sama dalam menjaga kebersihan lingkungan selama kegiatan berlangsung.
Kolaborasi antara penyelenggara, peserta, petugas kebersihan dan masyarakat menjadi faktor penting agar kemeriahan MCF tidak meninggalkan persoalan sampah setelah acara selesai.
“Kami ingin Madura Culture Fest menjadi contoh bahwa kemeriahan budaya dapat berjalan bersama kepedulian lingkungan. Kebersihan adalah wajah budaya masyarakat Sumenep,” ungkapnya.
Semangat tersebut sekaligus menjadi bagian dari kampanye “Mari Kita Dukung Sumenepku Bersih” yang digaungkan selama pelaksanaan MCF #4 2026.
DLH Sumenep berharap pesan menjaga kebersihan tidak berhenti selama festival berlangsung, tetapi dapat menjadi kebiasaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Mari buang sampah pada tempatnya dan jaga area masing-masing. Sumenep Bersih bukan sekadar slogan, tetapi kebanggaan yang harus diwujudkan bersama,” pungkas Anwar.
(Pank’s/Redaksi)
Tidak ada komentar