Bappeda Sumenep Matangkan Perencanaan Berbasis Data untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Radar9
25 Agu 2026 10:13
Berita 0
3 menit membaca

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) terus memperkuat kualitas perencanaan pembangunan sebagai bagian dari strategi mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penguatan tersebut dilakukan dengan memastikan setiap kebijakan dan program pembangunan disusun berdasarkan data, potensi daerah, serta kebutuhan masyarakat. Pendekatan itu dinilai penting agar arah pembangunan tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program, tetapi juga mampu menghasilkan dampak ekonomi yang terukur.

Salah satu fokus yang tengah dimatangkan Bappeda adalah penyusunan Roadmap Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Sumenep. Dokumen tersebut diarahkan menjadi pijakan dalam menentukan sektor-sektor yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Melalui roadmap tersebut, potensi ekonomi daerah dipetakan secara lebih terarah, mulai dari sektor pertanian, perikanan, pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM hingga berbagai potensi ekonomi yang berkembang di wilayah daratan maupun kepulauan.

Bappeda tidak hanya melihat besarnya potensi suatu sektor, tetapi juga mengidentifikasi berbagai persoalan yang menjadi hambatan pengembangannya. Dengan demikian, kebijakan yang nantinya dirumuskan dapat lebih spesifik dan menyesuaikan karakteristik masing-masing wilayah.

Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, menekankan pentingnya perencanaan yang berbasis data agar program pembangunan memiliki arah dan target yang jelas.

Menurutnya, data menjadi instrumen penting dalam menentukan prioritas pembangunan, sekaligus memastikan intervensi pemerintah benar-benar diarahkan pada persoalan yang membutuhkan penanganan.

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, Bappeda juga memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah dalam menjaga stabilitas perekonomian daerah. Salah satunya melalui pengendalian inflasi dan penguatan ketahanan pangan.

Pemanfaatan data Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi salah satu rujukan penting dalam membaca perkembangan ekonomi Sumenep. Data tersebut dapat digunakan untuk melihat perubahan harga, perkembangan sektor ekonomi, kondisi sosial masyarakat hingga berbagai indikator pembangunan lainnya.

Dengan basis data tersebut, pemerintah daerah dapat melakukan identifikasi lebih awal terhadap persoalan ekonomi yang berpotensi memengaruhi daya beli dan kesejahteraan masyarakat.

Di sisi lain, Bappeda juga mendorong keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam proses perencanaan. Kolaborasi dengan perangkat daerah, instansi vertikal, akademisi, pelaku usaha dan elemen masyarakat menjadi bagian penting untuk menghasilkan kebijakan pembangunan yang lebih komprehensif.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa perencanaan pembangunan tidak berhenti pada penyusunan dokumen, tetapi menjadi proses untuk menyatukan berbagai potensi dan sumber daya daerah agar bergerak dalam arah yang sama.

Ke depan, Bappeda Sumenep terus berupaya memastikan setiap kebijakan pembangunan memiliki keterkaitan yang jelas antara perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi.

Dengan pola tersebut, pembangunan diharapkan semakin terukur, efektif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Pada akhirnya, perencanaan berbasis data diharapkan menjadi fondasi bagi Sumenep dalam menciptakan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru, memperluas kesempatan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

(Fan/Redaksi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *