Potret: Kepala Disbudporapar Sumenep Faruk Hanafi, S.Sos., M.Si., dan Kantor Disbudporapar Sumenep. Dok/Redaksi.SUMENEP – Bagi sebagian orang, festival adalah panggung hiburan, pertunjukan budaya, atau destinasi wisata. Namun, bagi pedagang kecil di Kabupaten Sumenep, setiap keramaian adalah harapan baru untuk membawa pulang rezeki yang lebih baik bagi keluarga.
Kesadaran itulah yang terus dijaga Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar). Di balik setiap agenda dalam Kalender Event 2026, pemerintah memastikan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendapat ruang untuk tumbuh bersama.
Sepanjang tahun ini, Disbudporapar menyiapkan 110 agenda yang akan digelar di berbagai kecamatan. Festival budaya, promosi destinasi wisata, kegiatan olahraga, hingga aktivitas kepemudaan tidak hanya dirancang untuk menghibur masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi para pelaku usaha lokal.
Kepala Disbudporapar Sumenep, Faruq Hanafi, menegaskan bahwa kehadiran UMKM dalam setiap kegiatan merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap ekonomi kerakyatan.
“Setiap penyelenggaraan kalender event selalu melibatkan pelaku UMKM. Ini merupakan komitmen kami agar setiap kegiatan pemerintah memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat,” katanya, Senin (6/7/2026).
Menurut Faruq, para pelaku UMKM yang dilibatkan diprioritaskan berasal dari wilayah tempat kegiatan berlangsung. Dengan begitu, manfaat ekonomi tidak berhenti pada penyelenggaraan acara semata, tetapi benar-benar mengalir kepada masyarakat sekitar melalui meningkatnya transaksi dan pendapatan usaha.
Di setiap stan yang berdiri, tersimpan cerita tentang perjuangan para pelaku usaha yang setiap hari berupaya mempertahankan usahanya. Keramaian pengunjung bukan sekadar angka, melainkan peluang untuk menjual makanan, minuman, kerajinan tangan, hingga berbagai produk khas Sumenep yang menjadi kebanggaan daerah.
Karena itu, keberhasilan sebuah event, menurut Faruq, bukan hanya diukur dari ramainya pengunjung atau semaraknya pertunjukan, melainkan dari seberapa besar manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat setelah acara usai.
Melalui kebijakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap setiap agenda dalam Kalender Event 2026 mampu menghadirkan manfaat yang berkelanjutan.
Pariwisata dan budaya tidak hanya menjadi etalase kekayaan daerah, tetapi juga menjadi jembatan yang menghubungkan kreativitas masyarakat dengan peluang ekonomi, sehingga kesejahteraan pelaku UMKM terus tumbuh seiring berkembangnya sektor pariwisata Sumenep.
(Pank’s/Red)
Tidak ada komentar