BAPPEDA Sumenep Fokuskan Pembangunan 2026 pada SDM dan Infrastruktur Dasar

Radar9
27 Mei 2026 16:57
2 menit membaca

SUMENEP (RADAR9.ID) – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) mulai memfokuskan arah pembangunan tahun 2026 pada penguatan sumber daya manusia (SDM) dan percepatan pembangunan infrastruktur dasar, terutama di wilayah kepulauan dan desa tertinggal.

Langkah tersebut menjadi strategi utama pemerintah daerah dalam mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di berbagai sektor.

Kepala BAPPEDA Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto menegaskan, pembangunan tahun 2026 tidak hanya berorientasi pada proyek fisik, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kualitas masyarakat melalui sektor pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan pengentasan kemiskinan.

“Pembangunan ke depan harus menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, penguatan SDM dan infrastruktur menjadi fokus utama agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya, Rabu (27/5/2026).

Menurutnya, sektor SDM menjadi prioritas karena berhubungan langsung dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penurunan angka kemiskinan, serta peningkatan daya saing daerah.

Program yang disiapkan meliputi penguatan layanan pendidikan, peningkatan kualitas tenaga kesehatan, penanganan stunting, hingga pengembangan keterampilan masyarakat berbasis potensi lokal.

Selain itu, pembangunan infrastruktur dasar juga diprioritaskan untuk mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di kawasan kepulauan.

Beberapa program yang menjadi perhatian di antaranya pembangunan jalan, peningkatan akses air bersih, sanitasi, penerangan, serta penguatan infrastruktur pelayanan publik.

BAPPEDA juga menekankan pentingnya sinkronisasi program antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar pelaksanaan pembangunan lebih efektif dan tepat sasaran.

“Setiap program harus memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Karena itu, perencanaan dilakukan berbasis data dan kebutuhan riil di lapangan,” tambahnya.

Pemerintah daerah berharap fokus pembangunan tersebut mampu mempercepat pemerataan ekonomi, mengurangi kesenjangan wilayah daratan dan kepulauan, serta memperkuat fondasi pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sumenep.

(Poenk/Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *