Potret: Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya. Dok/Redaksi.SUMENEP (RADAR9.ID) – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus memperkuat peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui digitalisasi pembayaran dan pengembangan layanan berbasis teknologi.
Strategi tersebut dibahas dalam High Level Meeting (HLM) yang digelar Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumenep di Ruang Adirasa Kantor Pemkab Sumenep, Selasa (19/05/2026).
Rapat dibuka Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim, sementara Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan arahan secara virtual.
Kepala Bapenda Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya, mengatakan sistem pembayaran non-tunai menjadi langkah utama untuk memperkuat pengelolaan PAD yang lebih transparan dan efektif.
“Transformasi pembayaran non-tunai penting agar seluruh potensi pendapatan daerah dapat terukur dan optimal,” ujarnya.
Selain memperkuat sistem digital, Bapenda juga menyiapkan inovasi layanan berbasis Microcell yang diproyeksikan menjadi sumber PAD baru di Kabupaten Sumenep.
Program tersebut dikembangkan setelah Bapenda melakukan studi ke Kabupaten Lamongan guna mempelajari sistem layanan digital daerah yang dinilai berhasil meningkatkan pendapatan.
Ferdiansyah menambahkan, sinergi OPD penghasil menjadi faktor penting dalam menjaga tren capaian PAD yang selama lima tahun terakhir selalu melampaui target.
Data Bapenda mencatat realisasi PAD tahun 2025 mencapai Rp382,7 miliar dari target Rp322,8 miliar atau sebesar 113,06 persen.
Bapenda juga mendorong evaluasi tarif retribusi daerah agar tetap relevan dengan perkembangan ekonomi dan pelayanan publik tanpa mengabaikan prinsip keadilan masyarakat.
(Prabu/Red)
Tidak ada komentar