SUMENEP, RADAR9.ID – Anggapan bahwa berpuasa otomatis membuat berat badan turun ternyata tidak selalu benar. Faktanya, tidak sedikit masyarakat yang justru mengalami kenaikan berat badan selama bulan Ramadan.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam di RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep, dr. Sofia Nuri, Sp.PD, menjelaskan bahwa kondisi tersebut sangat mungkin terjadi apabila pola makan saat berbuka hingga sahur tidak terkontrol.
Menurutnya, setelah seharian menahan lapar dan haus, sebagian orang cenderung melampiaskan rasa lapar saat berbuka dengan mengonsumsi makanan dalam jumlah besar. Terlebih jika makanan yang dikonsumsi didominasi gorengan, makanan manis, hingga minuman bersirup yang tinggi kalori.
“Puasa sebenarnya tidak selalu membuat berat badan turun. Justru ada juga yang berat badannya naik karena pada malam hari makan lebih banyak dari biasanya,” ujar dr. Sofia.
Ia menjelaskan, waktu makan yang hanya terkonsentrasi pada malam hari kerap membuat seseorang makan berulang kali dengan porsi berlebihan, mulai dari saat berbuka, makan malam, hingga sahur. Jika jumlah kalori yang masuk melebihi kebutuhan tubuh, maka berat badan berpotensi meningkat.
“Kadang orang merasa seharian tidak makan, sehingga ketika berbuka mereka makan dalam porsi besar. Ini yang sering disebut ‘balas dendam’ setelah menahan lapar seharian,” jelasnya.
Karena itu, dr. Sofia mengimbau masyarakat agar tetap menjaga pola makan yang seimbang selama menjalankan ibadah puasa. Ia menyarankan agar berbuka secukupnya, mengurangi konsumsi makanan tinggi gula dan lemak, serta tetap memperhatikan asupan gizi.
“Yang penting adalah menjaga keseimbangan. Berbuka secukupnya, makan bergizi, dan tidak berlebihan agar puasa tetap sehat,” pungkasnya
Penulis : Kabiro Sumenep
Editor : Redaksi






