SUMENEP, RADAR9.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan oleh SPPG Manding Daya di Kecamatan Manding kembali menuai sorotan. Sejumlah orang tua siswa mengaku kecewa setelah menemukan salah satu menu dalam paket makanan diduga tidak layak konsumsi.
Paket MBG tersebut merupakan jatah untuk tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu. Isi paket terdiri dari buah pir, dua susu kotak, kurma, telur puyuh rebus, kue serta ketela rambat rebus.

Namun, salah satu orang tua siswa menyampaikan kekecewaannya karena ketela rambat rebus yang diterima anaknya sudah mengeluarkan bau tidak sedap.
“Kami kecewa karena ubi rebusnya sudah bau dan tidak layak dikonsumsi,” ujar salah satu orang tua dengan nada kecewa.
Sorotan juga datang dari kalangan aktivis Pemuda Reformasi Sumenep. Hidayat, yang akrab disapa Prabu, menegaskan bahwa kualitas makanan dalam program MBG tidak boleh diabaikan karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan keselamatan konsumsi anak-anak.
Menurutnya, proses pendistribusian MBG harus mengacu secara ketat pada petunjuk teknis yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN), mulai dari standar kualitas bahan makanan, kelayakan konsumsi, hingga proses pengemasan dan distribusi kepada penerima manfaat.
“Program ini sangat baik sebagai upaya pemenuhan gizi anak. Namun pelaksanaannya harus disiplin mengikuti juknis BGN agar makanan yang diterima benar-benar aman, layak, dan tidak menimbulkan persoalan baru di lapangan,” tegas Prabu.
Ia juga memperingatkan bahwa pihaknya akan mengambil langkah resmi apabila dalam pendistribusian berikutnya tidak ada perbaikan.
“Jika ke depan tidak ada perubahan dan pendistribusian masih tidak berlandaskan pada juknis BGN, kami akan melaporkan secara resmi dengan cara bersurat langsung ke BGN agar ada evaluasi terhadap pelaksana program di daerah,” tandasnya
Sementara itu, Kepala SPPG Manding Daya saat dikonfirmasi RADAR9.ID melalui pesan WhatsApp menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Ia menyebut kondisi tersebut terjadi karena faktor ketidaksengajaan saat proses penyiapan makanan.
“Siap mas, saya mohon maaf apabila ada yang kurang bagus pada salah satu menu. Itu faktor ketidaksengajaan karena larut malam pekerja kurang fokus,” tulisnya.
Pihaknya juga berjanji akan melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang dalam pendistribusian program MBG berikutnya.
Penulis : Redaksi***






