FORMATUR Ultimatum Bea Cukai: Sidak 2×24 Jam atau Kepala Dicopot

Radar9
15 Apr 2026 22:00
2 menit membaca

PAMEKASAN, RADAR9.ID – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Pantura (FORMATUR) menggelar aksi demonstrasi di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Madura, Rabu (15/04/2026).

Aksi ini menyoroti dugaan praktik ilegal “ternak” pita cukai oleh sejumlah perusahaan rokok (PR) di Kabupaten Sumenep.

Aksi berlangsung memanas. Massa sempat terlibat aksi saling dorong dengan aparat keamanan setelah mendesak Kepala Bea Cukai Madura turun langsung menemui demonstran dan memberikan penjelasan terbuka terkait dugaan pelanggaran tersebut.

Dalam orasinya, koordinator aksi, Hendra, menegaskan bahwa demonstrasi yang dilakukan bukan tanpa dasar. Ia mengklaim pihaknya telah mengantongi data lengkap hasil investigasi lapangan.

“Kami datang tidak kosong. Data kami lengkap. Mari keluar dan kita diskusi terbuka,” teriak Hendra di hadapan kantor Bea Cukai.

Hendra juga mengungkap, pihaknya telah mengumpulkan informasi rinci mulai dari mekanisme penebusan pita cukai, selisih harga jual kembali, hingga identitas perusahaan dan pemiliknya. Bahkan, ia menyinggung adanya indikasi praktik suap dalam proses tersebut.

“Kami sudah investigasi langsung ke beberapa perusahaan rokok. Kami tahu berapa mereka menebus pita cukai dan berapa dijual kembali. Siapa pengusahanya juga kami kantongi. Bahkan ada indikasi praktik suap di internal Bea Cukai,” tegasnya.

Menanggapi tuntutan massa, perwakilan Bea Cukai Madura melalui Kasi Humas, Andrew, menyampaikan bahwa dari sepuluh perusahaan rokok yang disorot, empat di antaranya telah dikenai pembatasan pembelian pita cukai sesuai kapasitas produksi.

Namun, jawaban tersebut tidak memuaskan massa aksi. Koordinator lapangan mendesak agar Bea Cukai segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap seluruh perusahaan yang tercantum dalam dokumen tuntutan.

Pihak Bea Cukai melalui Kasi Humas menyatakan kesediaan untuk melakukan sidak ke wilayah Sumenep dan meminta waktu 30 menit untuk menindaklanjuti. Namun, karena tidak ada kejelasan langkah konkret, perwakilan massa akhirnya masuk ke dalam kantor dan bertahan di lokasi untuk menunggu kepastian.

Dalam tuntutannya, FORMATUR mendesak Bea Cukai Madura untuk:

1. Melakukan sidak dalam waktu 2×24 jam

2. Menutup permanen pabrik rokok yang terbukti melanggar

3. Melakukan audit perpajakan bersama KP2KP terkait dugaan pelanggaran PPh dan PPN

Selain itu, mahasiswa juga mengancam akan mendesak Kepala Bea Cukai Madura mundur dari jabatannya apabila tidak segera mengambil langkah tegas.

Hingga massa aksi membubarkan diri, pihak Bea Cukai Madura belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan yang disampaikan mahasiswa FORMATUR.

(ahd)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *