Respons Cepat Bencana, ESDM dan SKK Migas Kirim Bantuan Udara ke Aceh dan Sumatera

Sabtu, 13 Desember 2025 - 16:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) terus menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Bantuan tersebut merupakan respons cepat pemerintah bersama industri hulu migas guna meringankan beban masyarakat pascabencana, sekaligus mendukung percepatan penanganan darurat dan pemulihan di wilayah terdampak.

Penyaluran bantuan dilakukan setelah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta posko penanganan darurat setempat.

Langkah ini bertujuan memastikan bantuan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan di lapangan.

Adapun bantuan yang disalurkan meliputi berbagai kebutuhan dasar dan sarana pendukung penanganan bencana, seperti genset, paket sembako, bahan pangan siap saji, air mineral, perlengkapan sanitasi, selimut, tenda keluarga, matras, perlengkapan bayi, perlengkapan kesehatan dan obat-obatan, serta peralatan kebersihan untuk pemulihan pascabencana.

Bantuan kemanusiaan tersebut secara resmi dilepas oleh Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, bersama Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, melalui armada kargo udara di Bandara Soekarno-Hatta.

Pengiriman via udara dilakukan untuk memastikan bantuan dapat menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses akibat terputusnya jalur transportasi darat.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menegaskan bahwa kontribusi ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dan sektor energi dalam membantu masyarakat di tengah bencana.

“Bantuan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian Kementerian ESDM bersama SKK Migas serta KKKS terhadap masyarakat. Kami ingin memastikan negara hadir membantu warga terdampak, sekaligus mendukung percepatan penanganan darurat dan pemulihan kondisi di lapangan,” ujar Yuliot, Kamis (11/12).

Yuliot menambahkan, dukungan tersebut tidak hanya bersifat material, tetapi juga menjadi simbol solidaritas dan komitmen jangka panjang sektor energi dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

Sementara itu, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyampaikan bahwa pihaknya telah mengoordinasikan partisipasi sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang beroperasi di wilayah Sumatera Bagian Utara untuk bersama-sama menyediakan bantuan sesuai kebutuhan terkini di posko pengungsian dan lokasi terdampak.

“Penyaluran bantuan dilakukan secara berkelanjutan. Hari ini kami mengirimkan bantuan seberat 12 ton 146 kilogram yang terdiri dari tenda besar, genset, dan jet cleaner. Bantuan tersebut dikirim melalui pesawat kargo dan segera diberangkatkan menuju lokasi,” kata Djoko, Jumat (12/12).

Penulis : Ibnu Hajar

Berita Terkait

BUMA Amanah Farm dan GP Ansor Batuan Tanam Bibit Sukun di Gelugur, Perkuat Gerakan Satgas Hijau dan Ketahanan Pangan
Cukai Tinggi Dinilai Picu Rokok Ilegal, Industri Rokok Usulkan Tarif Khusus ke Menkeu
DKPP Sumenep Sinkronkan Program 2026 di Kementan, Fokus Percepatan Swasembada dan Hilirisasi
Target Tinggi, Masalah Menggunung: MBG Dipersoalkan di Forum Publik
Panen Raya Jagung Jadi Bukti Sinergi Sumenep Perkuat Ketahanan Pangan
Sosialisasi Serap Gabah di Manding, Bulog Siap Jemput Hasil Panen Petani Sesuai HPP
BPP Dungkek Lakukan Ubinan Jagung di Desa Bicabbih, Produktivitas Capai 6,24 Ton per Hektare
Pacu Swasembada, BPP Pasongsongan Usung Misi “Taubat Ekologi” di Rakor Batu

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 04:56 WIB

BUMA Amanah Farm dan GP Ansor Batuan Tanam Bibit Sukun di Gelugur, Perkuat Gerakan Satgas Hijau dan Ketahanan Pangan

Sabtu, 28 Februari 2026 - 21:37 WIB

Cukai Tinggi Dinilai Picu Rokok Ilegal, Industri Rokok Usulkan Tarif Khusus ke Menkeu

Rabu, 25 Februari 2026 - 04:32 WIB

DKPP Sumenep Sinkronkan Program 2026 di Kementan, Fokus Percepatan Swasembada dan Hilirisasi

Selasa, 17 Februari 2026 - 07:57 WIB

Target Tinggi, Masalah Menggunung: MBG Dipersoalkan di Forum Publik

Jumat, 13 Februari 2026 - 19:53 WIB

Panen Raya Jagung Jadi Bukti Sinergi Sumenep Perkuat Ketahanan Pangan

Berita Terbaru