
SURABAYA – Sebanyak 37 siswa SMA Wijaya Putra Surabaya mendapat pengalaman baru dalam mengembangkan keterampilan kreatif dan digital melalui program Eschool Videografi bersama Kawan Creative, Sabtu (12/9/2026).
Program tersebut tidak sekadar mengenalkan siswa pada penggunaan kamera dan teknik pengambilan gambar. Lebih dari itu, siswa diajak memahami bagaimana sebuah ide dikembangkan menjadi cerita, kemudian diterjemahkan menjadi karya visual yang memiliki pesan.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMA Wijaya Putra Surabaya itu menjadi awal kolaborasi antara sekolah dan Kawan Creative dalam menghadirkan pembelajaran berbasis praktik serta pendekatan industri kreatif.
Trainer Kawan Creative, M. Irfan Nuari, mengatakan videografi pada dasarnya bukan hanya persoalan kemampuan teknis, tetapi juga berkaitan dengan cara berpikir kreatif dalam mengolah ide dan menyampaikan pesan.
“Saya sangat senang dengan peserta yang memiliki keingintahuan terkait videografi dan keahlian digital lainnya. Dengan pendekatan berbasis industri, kami berharap siswa SMA Wijaya Putra Surabaya dapat mengembangkan kemampuan mereka sehingga nantinya dapat memberikan dampak bagi sekolah dan masyarakat,” ujar M. Irfan Nuari.
Sepanjang kegiatan, antusiasme peserta terlihat dari interaksi selama proses pembelajaran. Para siswa aktif bertanya dan berdiskusi untuk memahami lebih jauh proses produksi video serta berbagai keterampilan yang dibutuhkan di industri kreatif.

Bagi sebagian peserta, pembelajaran tersebut menjadi pengalaman pertama untuk melihat secara langsung bahwa produksi video tidak berhenti pada aktivitas merekam gambar. Di dalamnya terdapat proses menemukan ide, menyusun konsep, membangun cerita, hingga menentukan bagaimana sebuah pesan dapat diterima penonton.
Kepala SMA Wijaya Putra Surabaya, Andri Priyono DS, S.Pd., M.Si., menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, keterlibatan praktisi dalam proses pembelajaran menjadi bagian penting untuk mendekatkan siswa dengan kebutuhan dunia industri.
“Kerja sama antara SMA Wijaya Putra Surabaya dan Kawan Creative ini adalah wujud komitmen kami untuk menghadirkan pembelajaran yang nyata dan dekat dengan dunia industri. Kami ingin siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi kreatif dan digital yang mumpuni,” katanya.
Melalui program tersebut, lanjut Andri, siswa mendapatkan kesempatan belajar langsung dari praktisi sekaligus mengembangkan kemampuan yang dapat diterapkan dalam berbagai aktivitas.
“Kami berharap program ini menjadi bekal berharga bagi mereka, sekaligus mendorong lahirnya karya-karya positif yang membanggakan sekolah dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Salah satu peserta, Bagus Irwansyah, mengaku mendapatkan pemahaman baru setelah mengikuti pembelajaran videografi tersebut.
“Awalnya saya pikir belajar videografi itu hanya soal memegang kamera dan merekam. Ternyata jauh lebih luas, kita belajar menemukan ide, menyusun cerita, dan menyampaikan pesan,” ungkapnya.
Menurut Bagus, pendekatan pembelajaran yang dekat dengan dunia industri membuat dirinya semakin tertarik untuk mengembangkan kemampuan di bidang videografi.
“Saya jadi lebih bersemangat karena materinya sangat dekat dengan dunia industri kreatif. Saya berharap bisa menghasilkan karya video yang bermanfaat, baik untuk sekolah maupun untuk pengalaman saya sendiri,” tambahnya.
Program Eschool Videografi diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi siswa untuk mengembangkan kompetensi kreatif dan digital sejak bangku SMA. Pengalaman tersebut sekaligus membuka kesempatan bagi siswa untuk mengenal keterampilan yang selama ini lebih banyak dikaitkan dengan pendidikan vokasi.
Kemampuan videografi juga memiliki manfaat langsung bagi lingkungan sekolah. Keterampilan tersebut dapat dikembangkan untuk membuat dokumentasi kegiatan, konten edukasi, informasi sekolah maupun karya kreatif yang memiliki nilai sosial bagi masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, proses pembelajaran tidak berhenti di ruang kelas. Siswa didorong untuk mengubah gagasan menjadi karya, bekerja dalam tim, berkomunikasi, sekaligus memahami proses kreatif yang menjadi bagian dari industri.
Dari kelas menuju karya, dan dari karya menuju pengalaman industri. Program Eschool Videografi SMA Wijaya Putra Surabaya bersama Kawan Creative menjadi langkah awal bagi siswa untuk mengenal lebih dekat dunia kreatif sekaligus menemukan potensi mereka.
Bukan tidak mungkin, dari 37 siswa yang mengikuti pembelajaran tersebut, kelak muncul kreator, pembuat film dokumenter, content creator, maupun talenta kreatif lainnya. Perjalanan itu dimulai dari satu ruang kelas, ketika kamera mungkin belum menyala, tetapi ide dan kreativitas para siswa sudah mulai bekerja.
(@L/Redaksi)
Tidak ada komentar