
SUMENEP — Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep mendorong para pelaku seni musik tong-tong untuk terus melakukan pembaruan dalam aransemen dan penyajian pertunjukan.
Kepala Disbudporapar Sumenep, Faruk Hanafi, mengatakan inovasi diperlukan agar musik tong-tong tetap berkembang dan mampu mengikuti selera masyarakat, terutama generasi muda.
Namun, menurutnya, perkembangan tersebut harus tetap berpijak pada karakter dan identitas musik tong-tong sebagai bagian dari kekayaan budaya Madura.
“Yang terpenting adalah bagaimana musik tong-tong terus berkembang dan tetap menjadi bagian dari identitas budaya Madura,” kata Faruk.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah pelaksanaan Festival Musik Tong-Tong Sumenep 2026. Faruk mengapresiasi seluruh kelompok yang telah ambil bagian dalam festival dan menampilkan kreativitas masing-masing.
Ia menilai keberadaan festival memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar ajang kompetisi. Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antarseniman, sekaligus wadah untuk bertukar kreativitas dan meningkatkan kualitas pertunjukan musik tong-tong.
Karena itu, penghargaan yang diterima para peserta diharapkan tidak menjadi titik akhir setelah festival selesai. Sebaliknya, capaian tersebut dapat menjadi pemacu bagi para seniman untuk terus berkarya dan menghadirkan inovasi baru.
“Semoga para seniman terus berkarya dan berinovasi, serta memberikan ruang kepada generasi muda untuk ikut mencintai dan melestarikan musik tong-tong,” ujarnya.
Selain pengembangan kualitas pertunjukan, Faruk menekankan pentingnya regenerasi. Keterlibatan generasi muda dinilai menjadi salah satu kunci agar musik tong-tong tetap memiliki keberlanjutan di tengah perkembangan zaman.
Disbudporapar Sumenep pun mendorong para seniman untuk membuka ruang yang lebih luas bagi anak-anak muda untuk mengenal, mempelajari, dan terlibat langsung dalam kesenian musik tong-tong.
Dengan demikian, pengembangan musik tong-tong diharapkan tidak hanya melahirkan pertunjukan yang semakin kreatif, tetapi juga memastikan kesenian khas Madura tersebut tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
(Pank’s/Redaksi)
Tidak ada komentar