Mayoritas Indikator Mutu Tembus 90 Persen, RSUDMA Sumenep Perkuat Standar Pelayanan Berbasis Keselamatan Pasien

Radar9
15 Jul 2026 17:49
3 menit membaca

SUMENEP – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Kabupaten Sumenep mencatat peningkatan signifikan dalam kualitas layanan kesehatan.

Berdasarkan evaluasi Semester I Tahun 2026, mayoritas indikator mutu rumah sakit berhasil melampaui angka 90 persen, mencerminkan penguatan standar pelayanan yang berorientasi pada keselamatan pasien dan kepuasan masyarakat.

Publikasi capaian indikator mutu Triwulan I dan II Tahun 2026 menjadi bentuk transparansi rumah sakit kepada publik sekaligus instrumen evaluasi untuk memastikan peningkatan layanan berlangsung secara berkesinambungan.

Pada Triwulan II Tahun 2026, kepatuhan penerapan Clinical Pathway mencapai 93,28 persen. Sementara itu, kepatuhan terhadap upaya pencegahan risiko pasien jatuh di ruang rawat inap tercatat sebesar 95,14 persen.

Respons terhadap pengaduan masyarakat juga menunjukkan kinerja positif dengan tingkat penyelesaian mencapai 89,76 persen. Angka tersebut mencerminkan komitmen rumah sakit dalam merespons setiap keluhan dan masukan dari pasien maupun keluarga secara cepat dan tepat.

Dari indikator prioritas pelayanan, tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) berada pada angka 76,85 persen dengan rata-rata lama perawatan pasien selama 5,32 hari.

Di bidang farmasi, pelayanan obat juga berlangsung semakin efisien. Rata-rata waktu penyediaan obat racikan hanya 18,45 menit, sedangkan obat nonracikan disiapkan dalam waktu rata-rata 26,32 menit. Ketepatan jadwal pelaksanaan tindakan operasi pun mencapai 92,67 persen.

Sementara pada Triwulan I Tahun 2026, sejumlah indikator strategis juga menunjukkan hasil yang menggembirakan. Kepatuhan penggunaan Formularium Nasional mencapai 95,28 persen, ketepatan pelaporan hasil laboratorium kritis sebesar 93,62 persen, serta kepatuhan edukasi kepada pasien mencapai 90,17 persen.

Penerapan budaya keselamatan pasien melalui kepatuhan hand hygiene menjadi salah satu capaian tertinggi dengan angka 96,34 persen. Adapun kepatuhan dokter spesialis dalam melaksanakan visite sesuai jadwal tercatat sebesar 87,45 persen dan menjadi salah satu aspek yang terus ditingkatkan.

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Hj. Erliyati, M.Kes, menegaskan bahwa indikator mutu merupakan tolok ukur utama dalam memastikan kualitas pelayanan kesehatan terus berkembang sesuai standar yang ditetapkan.

“Melalui pemantauan indikator mutu rumah sakit, kami terus melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan pasien, serta kepuasan masyarakat,” ujar dr. Erliyati, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, capaian tersebut bukan sekadar angka, melainkan hasil kerja kolektif seluruh tenaga kesehatan yang berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Bagi kami, setiap langkah menuju mutu yang lebih baik adalah bentuk komitmen untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang optimal. Bersama-sama, kami membangun budaya mutu agar layanan yang diberikan semakin berkualitas,” jelasnya.

Ia menambahkan, evaluasi terhadap seluruh indikator akan terus dilakukan secara rutin agar setiap unit pelayanan mampu melakukan pembenahan, inovasi, dan peningkatan kualitas secara berkelanjutan.

Dengan publikasi capaian indikator mutu tersebut, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep menegaskan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola pelayanan kesehatan yang transparan, akuntabel, aman, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *