DKPP Sumenep Proyeksikan Luas Tanam Tembakau 2026 Tembus 18 Ribu Hektare, Petani Diminta Cermati Cuaca

Radar9
2 Jul 2026 11:46
2 menit membaca

SUMENEP, RADAR9.ID – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep memproyeksikan luas areal tanam tembakau pada musim tanam 2026 meningkat signifikan hingga mencapai sekitar 18 ribu hektare.

Angka tersebut naik dibandingkan musim tanam 2025 yang tercatat sekitar 14 ribu hektare.

Peningkatan proyeksi itu didasarkan pada semakin luasnya lahan yang telah dipersiapkan petani menjelang musim tanam tembakau. Kondisi tersebut menjadi indikator meningkatnya minat masyarakat untuk kembali membudidayakan komoditas unggulan tersebut.

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan kesiapan lahan yang dilakukan petani menjadi dasar optimisme pemerintah daerah terhadap peningkatan luas tanam tahun ini.

“Melihat lahan yang sudah dipersiapkan petani, kami optimistis luas tanam tembakau tahun ini dapat mencapai 18 ribu hektare, bahkan berpotensi lebih,” ujarnya, Rabu (2/7/2026).

Meski demikian, DKPP mengingatkan petani agar tidak terburu-buru melakukan penanaman tanpa memperhitungkan kondisi cuaca. Pasalnya, di sejumlah wilayah masih terjadi cuaca mendung meskipun musim kemarau mulai berlangsung.

Menurut Chainur, faktor iklim masih menjadi penentu utama keberhasilan budidaya tembakau. Karena itu, petani diimbau menyesuaikan waktu tanam dengan perkembangan cuaca agar kualitas hasil panen tetap terjaga.

Ia berharap musim kemarau tahun ini berlangsung lebih stabil sehingga mampu menghasilkan tembakau dengan mutu yang lebih baik. Kualitas produk yang meningkat diyakini akan memperkuat daya saing tembakau Sumenep yang selama ini memiliki permintaan pasar cukup tinggi.

DKPP melalui jajaran penyuluh pertanian juga terus memantau perkembangan musim tanam di berbagai wilayah. Aktivitas petani yang mulai mengolah lahan dan menanam tembakau menunjukkan musim tanam 2026 mulai bergeliat.

“Pemerintah berharap kondisi cuaca semakin mendukung sehingga produksi tembakau berkualitas tinggi meningkat dan mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi para petani di Kabupaten Sumenep,” pungkasnya.

(Pank’s/Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *