Tangis Haru Warnai Aksi Bakti kepada Orang Tua, Ribuan Pramuka SD di Surabaya Pecahkan Rekor MURI

Radar9
21 Jun 2026 07:44
2 menit membaca

SURABAYA (RADAR9.ID) – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti Lapangan Klakah Rejo Gang 1, Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, Surabaya, Sabtu (20/6/2026). Ribuan siswa-siswi Sekolah Dasar se-Kelurahan Kandangan berhasil mencatatkan sejarah dengan mengikuti kegiatan pemecahan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) yang dikemas dalam semangat kepramukaan dan pendidikan karakter.

Sejak pagi hari, para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang turut disaksikan para guru, orang tua murid, perwakilan Kecamatan Benowo, serta jajaran lurah se-wilayah Benowo.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu bersama yang membangkitkan semangat kebersamaan. Namun, momen paling menyentuh terjadi ketika para siswa diminta menunjukkan rasa hormat dan kasih sayang kepada kedua orang tua mereka.

Satu per satu anak-anak terlihat membungkukkan badan, mengusap telapak kaki ayah dan ibu, kemudian memeluk serta mencium mereka dengan penuh cinta. Pemandangan tersebut membuat banyak orang tua tidak kuasa menahan air mata. Sejumlah guru dan tamu undangan yang hadir pun ikut larut dalam suasana haru yang menyelimuti lapangan.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang memecahkan rekor, tetapi juga menanamkan nilai hormat, kasih sayang, dan bakti kepada orang tua sejak usia dini,” ungkap salah satu pembina Pramuka di lokasi kegiatan.

Selain aksi penghormatan kepada orang tua, kegiatan juga diisi dengan penyerahan simbolis Rekor MURI dan pengucapan sumpah Pramuka. Momentum tersebut menjadi pengingat penting bagi generasi muda untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan semangat gotong royong yang menjadi dasar gerakan Pramuka.

Semangat peserta semakin terlihat saat memasuki sesi sampore massal. Ribuan siswa kompak menampilkan gerakan-gerakan kreatif yang menunjukkan kekompakan dan kedisiplinan hasil latihan yang telah mereka jalani sebelumnya.

Kegiatan pemecahan Rekor MURI ini menjadi bukti bahwa pendidikan karakter dapat dikemas secara menarik, menyenangkan, dan mampu meninggalkan kesan mendalam bagi peserta maupun orang tua.

Menjelang berakhirnya acara, seluruh peserta mengikuti sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan atas pencapaian bersejarah tersebut. Lagu “Sayonara” yang dinyanyikan bersama menjadi penutup manis sekaligus mengakhiri rangkaian kegiatan yang sarat makna, prestasi, dan nilai kebersamaan.

Keberhasilan pemecahan Rekor MURI ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Kelurahan Kandangan dan Kecamatan Benowo, tetapi juga semakin mengukuhkan Surabaya sebagai kota yang terus melahirkan generasi muda berprestasi, berkarakter, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan.

(@L)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *