Achmad Fauzi Wongsojudo Lantik TACB, Perkuat Pelestarian Cagar Budaya

Radar9
6 Mei 2026 07:43
2 menit membaca

SUMENEP (RADAR9.ID) – Pemerintah Kabupaten Sumenep mempertegas arah kebijakan pelestarian cagar budaya sebagai fondasi identitas daerah sekaligus aset strategis pembangunan. Komitmen itu disampaikan langsung Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo saat melantik Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (5/5/2026).

Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa cagar budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi memiliki nilai penting dalam menjaga kesinambungan sejarah dan memperkuat karakter daerah di tengah arus modernisasi.

“Pelestarian cagar budaya adalah upaya strategis untuk menjaga nilai-nilai budaya sekaligus memperkokoh jati diri daerah,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Sumenep akan melakukan serangkaian tahapan sistematis, mulai dari inventarisasi objek yang berpotensi menjadi cagar budaya, proses penetapan status, hingga perlindungan dan pemanfaatan secara berkelanjutan.

Bupati menegaskan, daerah tidak boleh kehilangan jejak sejarah yang menjadi bagian dari kekayaan lokal. Karena itu, pelestarian tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Peran masyarakat sangat penting dalam menjaga dan merawat cagar budaya,” ujarnya.

Melalui TACB, pemerintah akan memastikan proses kajian dan penetapan berbagai objek cagar budaya dilakukan secara profesional. Objek yang dimaksud meliputi benda, bangunan, struktur, situs, hingga kawasan yang memiliki nilai penting dari aspek sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Lebih jauh, Bupati juga mendorong penguatan sinergi lintas sektor agar pelestarian tidak berhenti pada aspek perlindungan semata, tetapi mampu memberikan dampak ekonomi, khususnya dalam pengembangan pariwisata berbasis budaya.

“Pelestarian harus memberi manfaat nyata, termasuk mendorong pertumbuhan pariwisata budaya di Sumenep,” jelasnya.

Pemerintah daerah optimistis, dengan kolaborasi seluruh elemen, upaya pelestarian cagar budaya di Kabupaten Sumenep dapat berjalan optimal, berkelanjutan, dan memberi manfaat bagi generasi mendatang.

“Ini tanggung jawab bersama untuk menjaga warisan sejarah agar tetap hidup dan bernilai di masa depan,” pungkasnya.

(Nin/Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *