Bupati Fauzi Tantang Kades Sumenep Ubah Keterbatasan Anggaran Jadi Kekuatan Ekonomi Desa

Radar9
29 Apr 2026 06:57
2 menit membaca

SUMENEP (RADAR9.ID) – Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo mendorong seluruh kepala desa di Kabupaten Sumenep untuk tetap agresif membangun potensi ekonomi desa meski di tengah tekanan efisiensi anggaran yang kini melanda berbagai sektor pemerintahan.

Pesan itu disampaikan saat menghadiri Halal Bihalal Akbar Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Sumenep di Ballroom Hotel Myze, yang menjadi ajang konsolidasi besar pemerintah daerah bersama elemen strategis desa.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD), camat, perwakilan perbankan, direktur rumah sakit, PPDI, Persatuan BPD, Baznas, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga kepala desa se-Kabupaten Sumenep.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa tantangan pembangunan desa ke depan tidak lagi bertumpu pada besarnya anggaran, melainkan pada kemampuan desa mengelola sumber daya dan potensi lokal secara maksimal.

“Sekarang bukan lagi soal seberapa besar anggaran yang dimiliki, tetapi bagaimana kita mampu mengelola dan mengembangkan potensi desa menjadi kekuatan ekonomi,” tegasnya, Senin (27/4/2026).

Menurutnya, kepala desa harus mulai mengubah pola pembangunan konvensional menuju pendekatan yang lebih kreatif, inovatif, dan produktif agar desa mampu bertahan sekaligus berkembang di tengah keterbatasan fiskal.

Bupati juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mempercepat pembangunan berbasis desa. Program KDMP disebut sebagai salah satu strategi yang perlu dikawal bersama untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa.

“Ini pekerjaan rumah kita bersama. Tidak bisa dikerjakan sendiri-sendiri. Semua pihak harus terlibat untuk mempercepat terwujudnya desa yang mandiri dan kuat secara ekonomi,” ujarnya.

Meski dihadapkan pada kondisi efisiensi anggaran, Pemerintah Kabupaten Sumenep tetap optimistis pembangunan desa dapat berjalan progresif. Fauzi menilai kekompakan para kepala desa menjadi modal penting menjaga stabilitas pembangunan dan semangat gotong royong di daerah.

Ia pun mengingatkan bahwa keterbatasan tidak boleh menjadi alasan berhenti bergerak. Sebaliknya, situasi tersebut harus menjadi momentum lahirnya inovasi baru yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan di Kabupaten Sumenep.

(Prabu/Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *