Khirata Foundation Gelar Edukasi Difteri di Kolor, Libatkan Tenaga Kesehatan dan Wali Mustahiq

Radar9
23 Apr 2026 18:01
2 menit membaca

SUMENEP (RADAR9.ID) – Pasca momentum Ramadan dan Hari Raya Idulfitri, Khirata Foundation langsung mengaktifkan kembali program sosial-edukatif dengan menyasar isu kesehatan masyarakat. Kegiatan ini digelar di Masjid Al-Barokah, Desa Kolor, Kabupaten Sumenep, Kamis (23/04/2025), dengan fokus utama edukasi penyakit difteri.

Agenda tersebut menjadi respons atas meningkatnya kewaspadaan terhadap kasus difteri di wilayah setempat. Mengusung tema “Penjelasan tentang Penyakit Difteri”, kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman masyarakat, khususnya kalangan yatim, duafa, dan wali mustahiq.

Acara dipandu oleh Nyai Nanik Farida yang bertindak sebagai fasilitator sekaligus pemateri utama. Ia menekankan bahwa menjaga kesehatan merupakan bagian dari tanggung jawab kolektif yang tidak terpisahkan dari nilai-nilai keagamaan.

Untuk memperkuat aspek medis, Khirata Foundation menghadirkan Sri Wahyuda, A.Md.Keb, bidan dari Puskesmas Pandian. Dalam pemaparannya, ia menguraikan secara sistematis mengenai difteri sebagai penyakit infeksi serius yang menyerang saluran pernapasan dan berisiko fatal jika tidak ditangani dengan cepat.

“Gejala awal seperti demam, nyeri tenggorokan, hingga kesulitan bernapas harus diwaspadai. Masyarakat juga wajib memastikan imunisasi lengkap sebagai langkah pencegahan utama,” tegasnya di hadapan peserta.

Ia juga mengingatkan pentingnya akses cepat ke fasilitas kesehatan apabila muncul gejala mencurigakan, guna meminimalisir risiko komplikasi.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif peserta dalam sesi tanya jawab. Berbagai persoalan kesehatan yang kerap dihadapi masyarakat lokal turut dibahas secara terbuka.

Khirata Foundation menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan literasi masyarakat, tidak hanya pada aspek sosial-keagamaan, tetapi juga kesehatan publik.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan memiliki kewaspadaan lebih tinggi terhadap penyakit menular, sekaligus mampu menerapkan pola hidup sehat secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

(Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *