JSI Sentil Keras Khofifah: Jangan Alihkan Isu Kerusakan Pelabuhan Masalembu dengan Jargon Mudik Gratis!

Minggu, 29 Maret 2026 - 00:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua JSI, Igusty Madani, saat menggelar aksi demonstrasi di halaman depan Polda Jawa Timur, mengawal perjuangan seorang nenek bernama Bahriyah dalam menuntut haknya atas suatu perkara. Dokumentasi RADAR9.ID/Istimewa.

Foto: Ketua JSI, Igusty Madani, saat menggelar aksi demonstrasi di halaman depan Polda Jawa Timur, mengawal perjuangan seorang nenek bernama Bahriyah dalam menuntut haknya atas suatu perkara. Dokumentasi RADAR9.ID/Istimewa.

SUMENEP, RADAR9.ID – Kritik pedas menghantam Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Jurnalis Sumenep Independen (JSI) mendesak orang nomor satu di Jatim tersebut untuk berhenti bersikap anti-kritik dan segera memberikan solusi nyata terhadap kerusakan parah akses jalan Pelabuhan Masalembu yang kian terbengkalai.

Kondisi pelabuhan di pulau terluar Sumenep itu dilaporkan sudah dalam tahap “darurat”. Sebagai satu-satunya pintu masuk distribusi logistik dan kebutuhan pokok, infrastruktur pelabuhan tersebut kini seperti jebakan maut bagi warga.

Lubang-lubang menganga dan beton yang hancur tidak hanya menghambat perputaran ekonomi pasca-Lebaran, tetapi juga secara terang-terangan mengancam keselamatan nyawa para penggunanya.

Gambar: Kondisi akses jalan menuju Pelabuhan Masalembu rusak parah dan membahayakan, hingga kini masih menunggu keseriusan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam melakukan penanganan dan perbaikan. Dokumentasi Media Jurnalis Indonesia.
Gambar: Kondisi akses jalan menuju Pelabuhan Masalembu rusak parah dan membahayakan, hingga kini masih menunggu keseriusan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam melakukan penanganan dan perbaikan. Dokumentasi Media Jurnalis Indonesia.

Ketua JSI, Igusty Mandani menegaskan bahwa seorang pemimpin seharusnya memiliki telinga yang jernih untuk mendengar rintihan warga, bukan justru membangun benteng defensif di balik narasi pencitraan.

“Jangan alergi kritik. Ini adalah jeritan masyarakat yang butuh aspal, bukan sekadar narasi manis di media. Rakyat butuh solusi konkret, bukan panggung pencitraan,” tegasnya dengan nada tinggi. Sabtu (28/3/2026) malam.

Ketegangan ini memuncak dipicu oleh respons Gubernur Khofifah yang dinilai tidak menyentuh substansi persoalan. Saat dikonfirmasi mengenai kerusakan jalan yang dikawal Media Jurnalis Indonesia.com, Khofifah justru memberikan jawaban melalui pesan singkat yang dianggap sebagai bentuk pengalihan isu:

Anda nggak lihat ya mudik dan balik gratis Jangkar-Raas dan Jangkar-Sepudi. Ada baiknya Anda membaca, melihat upaya Pemprov untuk membantu masyarakat kepulauan,” tulis Khofifah.

Igusty menilai pernyataan tersebut sangat ironis dan tidak nyambung. Memberikan layanan mudik gratis di rute lain sama sekali tidak memperbaiki jalan yang hancur di Masalembu. Respons tersebut dianggap sebagai upaya “cuci tangan” atas kegagalan infrastruktur di wilayah kepulauan.

“Rakyat butuh perbaikan jalan, bukan cerita sukses di rute lain. Mengungkit mudik gratis untuk menutupi jalan rusak adalah bentuk pengalihan isu yang nyata.” Tambahnya.

Hasan, salah satu warga Masalembu, mengungkapkan rasa frustrasinya. Baginya, janji-janji politik terasa hambar selama akses utama ekonomi mereka dibiarkan hancur lebur.

“Kami mohon, segera diperbaiki. Ini urat nadi kami. Kalau terus dibiarkan rusak parah seperti ini, pemerintah seolah-olah sedang menunggu adanya korban jiwa baru bertindak,” cetusnya getir.

Kini, bola panas berada di tangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Masyarakat Masalembu menanti aksi nyata bukan sekadar daftar keberhasilan di tempat lain untuk memastikan kelancaran distribusi logistik dan keselamatan warga di ujung timur Jawa Timur tersebut.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Mudik Gratis Sumenep Sukses, Fauzi: Lebaran Momentum Jaga Persatuan dan Kondusivitas
Grahadi Berpesta, Masalembu Berduka: Ironi “Open House” di Tengah Aspal Pelabuhan yang Menganga
Idulfitri 1447 H, Bupati Fauzi Ajak Warga Sumenep Perkuat Persatuan dan Jaga Kondusivitas
Takbiran Bukan Sekadar Seremoni, Wabup Sumenep Tegaskan Ini Awal Ujian Iman Pasca-Ramadhan
Mudik Aman, Rumah Terjaga: Pemkab Sumenep Tekankan Kewaspadaan Warga
SE Sampah Lebaran Diterbitkan, Bupati Sumenep Bidik Nol Penumpukan di Jalur Mudik
KPK Larang, Pemkab Sumenep Tegas: ASN Dilarang Pakai Mobil Dinas untuk Mudik
Bappeda Sumenep Digdaya Dorong PUG, Arif Firmanto Raih Penghargaan atas Konsistensi Pembangunan Inklusif

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 00:57 WIB

JSI Sentil Keras Khofifah: Jangan Alihkan Isu Kerusakan Pelabuhan Masalembu dengan Jargon Mudik Gratis!

Minggu, 22 Maret 2026 - 16:52 WIB

Mudik Gratis Sumenep Sukses, Fauzi: Lebaran Momentum Jaga Persatuan dan Kondusivitas

Minggu, 22 Maret 2026 - 15:00 WIB

Grahadi Berpesta, Masalembu Berduka: Ironi “Open House” di Tengah Aspal Pelabuhan yang Menganga

Sabtu, 21 Maret 2026 - 22:53 WIB

Idulfitri 1447 H, Bupati Fauzi Ajak Warga Sumenep Perkuat Persatuan dan Jaga Kondusivitas

Jumat, 20 Maret 2026 - 20:03 WIB

Takbiran Bukan Sekadar Seremoni, Wabup Sumenep Tegaskan Ini Awal Ujian Iman Pasca-Ramadhan

Berita Terbaru