SUMENEP, RADAR9.ID – Achmad Fauzi Wongsojudo mengambil langkah tegas menghadapi potensi lonjakan sampah saat arus mudik dan Idulfitri 1447 H.
Melalui Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang diteken pada 17 Maret 2026, Pemkab Sumenep menggerakkan seluruh elemen untuk menekan produksi sampah sejak sebelum hingga pasca Lebaran.
Kebijakan ini menyasar lintas sektor, mulai dari OPD, camat, kepala desa/lurah, BUMN/BUMD, pelaku usaha, hingga masyarakat umum. Fokus utamanya adalah mencegah penumpukan sampah di titik-titik strategis selama mobilitas tinggi berlangsung.
“Momentum mudik dan Lebaran selalu diikuti peningkatan volume sampah. Karena itu, kami mendorong keterlibatan semua pihak untuk menekan timbulan sejak awal,” tegas Fauzi.
Dalam edaran tersebut, pemerintah daerah memerintahkan pengawasan ketat pengelolaan sampah di jalur mudik dan kawasan penyangga, termasuk terminal, pelabuhan penyeberangan, dan bandara. Titik-titik ini dinilai paling rawan mengalami lonjakan sampah akibat tingginya aktivitas masyarakat.
Pemkab juga menginstruksikan penyediaan tempat sampah terpilah di area publik seperti SPBU, rumah makan, dan rest area. Pemilahan mencakup sampah organik, plastik, masker, hingga residu, guna mempermudah proses pengolahan lanjutan.
Langkah taktis lainnya adalah pengoperasian layanan pengangkutan sampah secara mobile di lokasi rawan penumpukan, serta pembangunan stasiun penampungan sampah terpilah yang sekaligus difungsikan sebagai sarana edukasi masyarakat.
Tak hanya pendekatan teknis, strategi perubahan perilaku juga digencarkan. Sosialisasi gaya hidup minim sampah mulai dilakukan sejak H-7 Idulfitri melalui berbagai kanal informasi, dengan penekanan pada penggunaan wadah makan dan minum yang dapat dipakai ulang.
“Kesadaran masyarakat adalah kunci. Tanpa itu, upaya teknis tidak akan maksimal,” ujar Fauzi.
Untuk memastikan implementasi berjalan efektif, Pemkab Sumenep membentuk posko dan satuan tugas khusus yang beroperasi sejak H-7 hingga H+7 Lebaran. Satgas ini difokuskan pada pengendalian sampah di titik krusial selama arus mudik dan arus balik.
Selama perayaan Lebaran, masyarakat juga diimbau mengurangi sampah dari hantaran dengan memilih kemasan ramah lingkungan dan menghindari plastik sekali pakai maupun styrofoam. Selain itu, warga diminta lebih bijak dalam membeli dan menyimpan makanan guna menekan potensi limbah.
Pada pelaksanaan Salat Idulfitri, jamaah dianjurkan membawa perlengkapan ibadah pribadi seperti sajadah, serta tidak membawa makanan atau minuman ke lokasi. Panitia juga diminta membentuk tim kebersihan untuk memastikan area tetap bersih usai kegiatan.
Dengan skema ini, Pemkab Sumenep menargetkan perayaan Idulfitri tahun ini tidak hanya berlangsung aman dan lancar, tetapi juga lebih bersih dan ramah lingkungan.
Penulis : Redaksi






