
SUMENEP — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep memperkuat gerakan kepedulian terhadap lingkungan melalui peringatan World Cleanup Day (WCD) 2026 di Pantai Wisata Badur, Kecamatan Batu Putih, Minggu (20/9/2026).
Mengusung tema “Aksi Bersih Pemuda Pemudi Merdeka dari Sampah”, kegiatan tersebut melibatkan sekitar 150 peserta dari unsur pemerintah, DLH, TNI-Polri, DWP, TP PKK, pemerintah desa, lembaga pendidikan, Pramuka, komunitas, dunia usaha dan masyarakat.
Selain membersihkan kawasan pantai, kegiatan juga diisi edukasi pengelolaan sampah dan penanaman pohon. Sebanyak 20 bibit, terdiri dari Ketapang Kencana, Pule dan Alpukat, diserahkan kepada Pemerintah Desa Badur untuk ditanam di kawasan pantai.
Kepala DLH Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, menegaskan bahwa WCD bukan sekadar aksi bersih-bersih, tetapi momentum membangun kebiasaan baru dalam mengelola sampah.
“Gerakan bersih ini harus memberikan dampak terhadap laut, sungai dan ekosistem pesisir. Karena itu, kebiasaan mengelola sampah harus dimulai dari sumbernya,” ujarnya.
Menurut Anwar, masyarakat perlu mengurangi timbulan sampah dari rumah, sekolah, tempat kerja, kawasan usaha maupun destinasi wisata. Sampah juga harus dipilah dan dikelola dengan benar agar tidak mencemari lingkungan.
“Lingkungan yang bersih bukan hanya tugas petugas kebersihan, tetapi merupakan hasil dari perilaku seluruh masyarakat,” tegasnya.
Camat Batu Putih mengapresiasi DLH Sumenep yang memilih Pantai Wisata Badur sebagai lokasi WCD 2026. Ia berharap gerakan tersebut berlanjut menjadi kepedulian bersama di lingkungan masing-masing.
Sementara tokoh masyarakat Sumenep, Haji Adi, menilai kebersihan harus menjadi kebiasaan, bukan hanya dilakukan saat ada kegiatan tertentu.
“Ini bukan hanya soal membersihkan pantai, tetapi bagaimana kesadaran menjaga lingkungan itu menjadi kebiasaan,” ujarnya.
Bagi DLH Sumenep, berakhirnya rangkaian WCD bukan berarti berakhirnya gerakan. Aksi di Pantai Badur menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan, mengurangi sampah dan merawat lingkungan secara berkelanjutan.
(Pank’s/Redaksi)
Tidak ada komentar