Potret: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat menerima sertifikat penghargaan dari panitia Maestoh Stone dalam Pameran Akik dan Uji Tembak di depan Labeng Mesem, Pendopo Agung Keraton Sumenep.SUMENEP – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mendorong pengrajin batu akik mengembangkan kualitas produk dan memperluas pemasaran agar mampu bersaing di pasar nasional.
Dukungan tersebut disampaikan saat Pameran Akik dan Uji Tembak Maestoh Stone di depan Labeng Mesem, kawasan Pendopo Agung Keraton Sumenep, Jumat (16/10/2026).
Bupati Fauzi menilai kerajinan batu akik merupakan potensi ekonomi lokal yang perlu dikembangkan melalui inovasi produk dan promosi berkelanjutan. Menurutnya, pameran menjadi salah satu sarana memperkenalkan hasil karya pengrajin kepada masyarakat luas.
“Potensi lokal seperti kerajinan batu akik perlu terus dikembangkan. Kami berharap kegiatan ini bisa membantu memperkenalkan produk Sumenep kepada masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.
Ia juga meminta pengrajin menjaga kualitas dan terus berinovasi agar produk batu akik Sumenep memiliki daya saing serta peluang menjangkau pasar yang lebih besar.
Dalam kegiatan tersebut, panitia Maestoh Stone turut menyerahkan sertifikat penghargaan kepada Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo sebagai bentuk apresiasi.
Sementara itu, panitia pelaksana Haryono mengatakan dukungan Bupati Sumenep menjadi motivasi untuk melanjutkan kegiatan serupa pada tahun berikutnya.
Menurutnya, keberlanjutan pameran penting untuk menjaga aktivitas komunitas sekaligus membuka ruang pemasaran bagi pengrajin dan pelaku usaha batu akik.
“Bapak Bupati menyarankan kami melanjutkan kegiatan berikutnya. Mudah-mudahan tahun depan dan seterusnya kami tetap bisa melaksanakan Pameran Akik dan Uji Tembak di depan Labeng Mesem,” katanya.
Haryono berharap pameran tersebut mampu menggerakkan UMKM lokal sekaligus memperluas jaringan pemasaran produk batu akik Sumenep hingga tingkat nasional.
Melalui kegiatan yang berkelanjutan, Maestoh Stone menargetkan keterlibatan lebih banyak pengrajin, pedagang, kolektor, dan calon pembeli dari berbagai daerah.
Konsistensi penyelenggaraan pameran, peningkatan kualitas produk, dan perluasan jaringan pemasaran diharapkan menjadi langkah untuk memperkuat potensi ekonomi kreatif berbasis kerajinan lokal di Kabupaten Sumenep.
(Redaksi)
Tidak ada komentar