
SURABAYA – Di balik tugas kepolisian yang setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat, pembinaan mental dan spiritual menjadi bagian penting yang tidak ditinggalkan jajaran Polsek Pabean Cantikan.
Setiap hari Kamis, jajaran Polsek Pabean Cantikan secara rutin melaksanakan kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) yang dipusatkan di Musholla Al-Ikhlas, Polsek Pabean Cantikan.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Pabean Cantikan, Kompol Eko Adi Wibowo, S.H., M.H. Binrohtal menjadi salah satu sarana bagi personel untuk sejenak menenangkan diri, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sekaligus memperkuat kesiapan mental dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.
Suasana religius terasa dalam kegiatan tersebut. Para personel mengikuti rangkaian pembinaan dengan khidmat. Momentum Binrohtal tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan rutin keagamaan, tetapi juga sebagai ruang untuk melakukan introspeksi terhadap pelaksanaan tugas sehari-hari.
Bagi anggota Polri, kekuatan mental dan moral menjadi salah satu modal penting ketika menghadapi berbagai persoalan di lapangan. Karena itu, pembinaan rohani diharapkan mampu membentuk pribadi personel yang lebih sabar, humanis, disiplin serta tetap mengedepankan nilai-nilai kejujuran dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kapolsek Pabean Cantikan Kompol Eko Adi Wibowo terus mendorong agar kegiatan pembinaan tersebut dapat dilaksanakan secara konsisten. Nilai-nilai keagamaan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti di dalam musholla, tetapi juga diterapkan ketika anggota kembali menjalankan tugas di tengah masyarakat.
Kegiatan Binrohtal Kamisan sekaligus menunjukkan bahwa menjaga keamanan wilayah bukan hanya persoalan patroli dan penegakan hukum. Ada sisi pembinaan internal yang juga menjadi perhatian, agar setiap personel memiliki landasan moral dan mental yang kuat dalam menjalankan amanah.
Dengan semangat tersebut, Polsek Pabean Cantikan berupaya membangun karakter personel yang tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga mampu menghadirkan sosok polisi yang humanis, dekat dengan masyarakat dan mengedepankan pendekatan persuasif.
Pembinaan rohani yang dilakukan secara rutin diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh personel bahwa tugas kepolisian merupakan bentuk pengabdian yang membutuhkan integritas, ketulusan dan tanggung jawab.
( @L )
Tidak ada komentar