SUMENEP, RADAR9.ID – Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali meluncurkan kebijakan strategis yang menyasar langsung kebutuhan masyarakat kepulauan. Melalui program “Balik Pesantren 2026”, ongkos transportasi laut bagi santri dipastikan gratis 100 persen.
Program ini difokuskan bagi santri asal wilayah kepulauan yang selama ini terkendala biaya perjalanan menuju pondok pesantren. Dengan skema pembiayaan penuh dari pemerintah daerah, para santri dapat mengakses layanan kapal dari sejumlah pelabuhan utama, seperti Kalianget dan Jangkar, tanpa dipungut biaya.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, bersama Wakil Bupati Imam Hasyim menegaskan, kebijakan ini merupakan bentuk konkret komitmen pemerintah dalam menjamin akses pendidikan yang merata, khususnya bagi kalangan pesantren di daerah kepulauan.
“Program ini kami hadirkan untuk memastikan para santri tetap bisa melanjutkan pendidikan tanpa terbebani ongkos transportasi,” tegasnya.
Dukungan terhadap kebijakan ini juga datang dari kalangan legislatif. Anggota DPRD Sumenep Fraksi PDI Perjuangan dari dapil kepulauan, Hosnan, menilai program tersebut sebagai solusi nyata atas persoalan klasik yang selama ini dihadapi masyarakat.
“Biaya transportasi laut selama ini menjadi beban bagi wali santri. Program ini sangat membantu dan meringankan,” ujarnya, Minggu (29/03/2026).
Ia menambahkan, program ini tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam menjaga keberlanjutan pendidikan berbasis keagamaan di Sumenep.
“Ini bukan sekadar bantuan, melainkan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap santri dan pesantren. Ini investasi jangka panjang untuk mencetak generasi yang berilmu dan berakhlak,” tandasnya.
Melalui program ini, Pemkab Sumenep berharap dapat meningkatkan semangat santri untuk kembali menimba ilmu tanpa hambatan biaya. Selain itu, kebijakan tersebut juga memperkuat konektivitas antara wilayah kepulauan dan daratan utama.
Langkah ini sekaligus menegaskan peran aktif pemerintah daerah dalam membangun sektor pendidikan yang inklusif, serta memastikan tidak ada santri yang tertinggal hanya karena keterbatasan akses transportasi.
Penulis : Poenk
Editor : Redaksi






