SUMENEP, RADAR9.ID – Kerusakan infrastruktur jalan di Desa Bragung, Kecamatan Guluk-Guluk menuju Desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, hingga kini belum juga mendapat penanganan serius. Padahal, kondisi jalan yang rusak dan berlubang tersebut telah lama dikeluhkan masyarakat karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah titik di ruas jalan itu mengalami kerusakan cukup parah. Lubang-lubang yang tersebar di badan jalan kerap tertutup genangan air saat hujan, sehingga menyulitkan pengendara untuk menghindarinya.
Situasi tersebut membuat pengendara, terutama sepeda motor, harus ekstra hati-hati ketika melintas. Warga menilai kondisi ini berpotensi memicu kecelakaan, mengingat jalur tersebut setiap hari digunakan oleh masyarakat dari dua kecamatan.
Bagi warga setempat, jalan Bragung–Prancak bukan sekadar akses penghubung antarwilayah. Jalur ini menjadi salah satu urat nadi aktivitas masyarakat, mulai dari mobilitas pekerja, distribusi hasil pertanian hingga akses pelajar menuju sekolah.
Ironisnya, jalan yang rusak itu berada tidak jauh dari rumah asal salah satu anggota DPRD Sumenep dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Kondisi tersebut membuat warga berharap aspirasi mereka dapat diperjuangkan oleh wakil rakyat di parlemen daerah.
Salah satu pemuda setempat, Faynani, mengungkapkan bahwa kerusakan jalan tersebut telah lama menjadi perhatian warga. Namun hingga saat ini belum terlihat langkah konkret dari pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan.
“Jalan ini sangat vital bagi masyarakat. Setiap hari digunakan untuk bekerja, mengangkut hasil pertanian, hingga anak-anak pergi ke sekolah. Jadi kerusakannya benar-benar dirasakan langsung oleh warga,” ujar Faynani, Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, persoalan jalan rusak bukan sekadar menyangkut kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan pengguna jalan. Terlebih saat musim hujan, lubang-lubang di badan jalan tertutup air sehingga sulit terlihat oleh pengendara.
“Kalau hujan, lubangnya tertutup genangan air. Pengendara sering tidak tahu ada lubang di depan. Ini yang membuat banyak orang kaget dan hampir terjatuh,” katanya.
Faynani menegaskan, masyarakat sebenarnya tidak menuntut hal berlebihan. Mereka hanya berharap akses jalan yang digunakan setiap hari dapat segera diperbaiki agar aktivitas warga tidak terganggu.
“Karena ini juga kawasan asal salah satu anggota dewan, kami berharap aspirasi masyarakat bisa diperjuangkan. Minimal disampaikan agar perbaikan jalan ini menjadi prioritas pemerintah,” ujarnya.
Ia menambahkan, perbaikan jalan juga sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi warga, terutama dalam distribusi hasil pertanian.
“Kalau jalannya bagus, mobilitas warga lebih lancar. Pengangkutan hasil pertanian juga lebih mudah. Dampaknya tentu langsung dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Warga berharap pemerintah daerah bersama DPRD Sumenep dapat memberikan perhatian serius terhadap kerusakan jalan tersebut agar tidak semakin parah dan segera dilakukan perbaikan.
“Harapan kami sederhana, semoga ada solusi agar jalan ini bisa segera diperbaiki. Karena ini akses yang dipakai warga setiap hari,” pungkasnya.
Penulis : Redaksi***






