Jalan Bragung – Prancak Rusak Parah, Warga Desak DPRD Sumenep Segera Perjuangkan Perbaikan

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kondisi jalan rusak dan berlubang di jalur Desa Bragung, Kecamatan Guluk-Guluk menuju Desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, yang dikeluhkan warga karena membahayakan pengendara dan belum mendapat perbaikan. Dok. RADAR9.ID.

Foto: Kondisi jalan rusak dan berlubang di jalur Desa Bragung, Kecamatan Guluk-Guluk menuju Desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, yang dikeluhkan warga karena membahayakan pengendara dan belum mendapat perbaikan. Dok. RADAR9.ID.

SUMENEP, RADAR9.ID  – Kerusakan infrastruktur jalan di Desa Bragung, Kecamatan Guluk-Guluk menuju Desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, hingga kini belum juga mendapat penanganan serius. Padahal, kondisi jalan yang rusak dan berlubang tersebut telah lama dikeluhkan masyarakat karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah titik di ruas jalan itu mengalami kerusakan cukup parah. Lubang-lubang yang tersebar di badan jalan kerap tertutup genangan air saat hujan, sehingga menyulitkan pengendara untuk menghindarinya.

Situasi tersebut membuat pengendara, terutama sepeda motor, harus ekstra hati-hati ketika melintas. Warga menilai kondisi ini berpotensi memicu kecelakaan, mengingat jalur tersebut setiap hari digunakan oleh masyarakat dari dua kecamatan.

Bagi warga setempat, jalan Bragung–Prancak bukan sekadar akses penghubung antarwilayah. Jalur ini menjadi salah satu urat nadi aktivitas masyarakat, mulai dari mobilitas pekerja, distribusi hasil pertanian hingga akses pelajar menuju sekolah.

Ironisnya, jalan yang rusak itu berada tidak jauh dari rumah asal salah satu anggota DPRD Sumenep dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Kondisi tersebut membuat warga berharap aspirasi mereka dapat diperjuangkan oleh wakil rakyat di parlemen daerah.

Salah satu pemuda setempat, Faynani, mengungkapkan bahwa kerusakan jalan tersebut telah lama menjadi perhatian warga. Namun hingga saat ini belum terlihat langkah konkret dari pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan.

“Jalan ini sangat vital bagi masyarakat. Setiap hari digunakan untuk bekerja, mengangkut hasil pertanian, hingga anak-anak pergi ke sekolah. Jadi kerusakannya benar-benar dirasakan langsung oleh warga,” ujar Faynani, Jumat (13/3/2026).

Menurutnya, persoalan jalan rusak bukan sekadar menyangkut kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan pengguna jalan. Terlebih saat musim hujan, lubang-lubang di badan jalan tertutup air sehingga sulit terlihat oleh pengendara.

“Kalau hujan, lubangnya tertutup genangan air. Pengendara sering tidak tahu ada lubang di depan. Ini yang membuat banyak orang kaget dan hampir terjatuh,” katanya.

Faynani menegaskan, masyarakat sebenarnya tidak menuntut hal berlebihan. Mereka hanya berharap akses jalan yang digunakan setiap hari dapat segera diperbaiki agar aktivitas warga tidak terganggu.

“Karena ini juga kawasan asal salah satu anggota dewan, kami berharap aspirasi masyarakat bisa diperjuangkan. Minimal disampaikan agar perbaikan jalan ini menjadi prioritas pemerintah,” ujarnya.

Ia menambahkan, perbaikan jalan juga sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi warga, terutama dalam distribusi hasil pertanian.

“Kalau jalannya bagus, mobilitas warga lebih lancar. Pengangkutan hasil pertanian juga lebih mudah. Dampaknya tentu langsung dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Warga berharap pemerintah daerah bersama DPRD Sumenep dapat memberikan perhatian serius terhadap kerusakan jalan tersebut agar tidak semakin parah dan segera dilakukan perbaikan.

“Harapan kami sederhana, semoga ada solusi agar jalan ini bisa segera diperbaiki. Karena ini akses yang dipakai warga setiap hari,” pungkasnya.

Penulis : Redaksi***

Berita Terkait

Bupati Sumenep Teken Kerja Sama Pembangunan PLTS 2 MW di Kepulauan
DPRD Sumenep Soroti Kualitas MBG, Zainal Arifin Siapkan Sidak ke SPPG Diduga Bermasalah
Pemkab Sumenep Mulai Tertibkan Peredaran Daging, Kios Bersertifikat Halal dari RPH Manding Dicanangkan di Pasar Tradisional
Enam Tahun Konsisten, Pemkab Sumenep Gelar Khotmil Qur’an Mingguan di Pendopo Agung
Mudik Gratis Gelombang II dari Kalianget Berangkat, 241 Warga Kepulauan Menuju Kangean
Pemkab Sumenep dan Kejari Gelar Bazar Ramadan, Sembako Murah Jadi Buruan Warga
Wabup Sumenep Turun Tangan, Atap MI Hidayatul Muttaqin Gapura Timur Segera Diperbaiki
110 Event Disiapkan Pemkab Sumenep Sepanjang 2026, Pariwisata Kepulauan Ikut Jadi Panggung Utama

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:20 WIB

Jalan Bragung – Prancak Rusak Parah, Warga Desak DPRD Sumenep Segera Perjuangkan Perbaikan

Jumat, 13 Maret 2026 - 20:08 WIB

Bupati Sumenep Teken Kerja Sama Pembangunan PLTS 2 MW di Kepulauan

Jumat, 13 Maret 2026 - 17:09 WIB

DPRD Sumenep Soroti Kualitas MBG, Zainal Arifin Siapkan Sidak ke SPPG Diduga Bermasalah

Jumat, 13 Maret 2026 - 13:00 WIB

Pemkab Sumenep Mulai Tertibkan Peredaran Daging, Kios Bersertifikat Halal dari RPH Manding Dicanangkan di Pasar Tradisional

Jumat, 13 Maret 2026 - 12:30 WIB

Enam Tahun Konsisten, Pemkab Sumenep Gelar Khotmil Qur’an Mingguan di Pendopo Agung

Berita Terbaru

Foto: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menandatangani dokumen hibah dan kerja sama pembangunan PLTS 2 MW yang akan dibangun di Pulau Pagerungan Kecil dan Gili Labak. Dok. RADAR9.ID.

Pemerintahan

Bupati Sumenep Teken Kerja Sama Pembangunan PLTS 2 MW di Kepulauan

Jumat, 13 Mar 2026 - 20:08 WIB