BANDUNG BARAT, RADAR9.ID – Staf Penelitian dan Pengembangan Pusat Kesenjataan Artileri Pertahanan Udara (Pussenarhanud) TNI AD menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan kultum (kuliah tujuh menit) sebagai upaya mempererat kebersamaan serta memperkuat nilai spiritual di lingkungan kerja.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Pembinaan Penelitian dan Pengembangan (Dirbinlitbang) Pussenarhanud, Sonny Septiono, dan diikuti oleh seluruh jajaran staf, mulai dari Kepala Bagian, Kepala Seksi, Kapokmin, Turmin hingga para Ba Olahdata.
Acara berlangsung di Rumah Makan Payakumbuah yang berlokasi di kawasan Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Dirbinlitbang, dilanjutkan dengan kultum, doa bersama, serta buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Setelah berbuka, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah antarpersonel.
Dalam kesempatan tersebut, Sonny Septiono menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi internal, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat.
“Sebagai wujud kepedulian sosial, kegiatan ini juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim piatu dari Yayasan Mizan Amanah Cimahi,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat semakin memperkuat soliditas, kebersamaan, serta semangat pengabdian seluruh personel Sdirbinlitbang dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di bidang penelitian dan pengembangan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa momentum Ramadan juga menjadi sarana refleksi moral bagi seluruh personel dalam mendukung proses penelitian, pengembangan, serta penyiapan alat utama sistem persenjataan (alutsista) pendukung, khususnya di bidang kesenjataan Artileri Pertahanan Udara.
Menurutnya, dinamika konflik yang terjadi di berbagai kawasan dunia, termasuk di Timur Tengah dan Gaza, menjadi pengingat pentingnya kesiapan sistem pertahanan udara nasional yang adaptif, modern, dan responsif terhadap perkembangan teknologi persenjataan yang semakin kompleks.
“Melalui penguatan moral dan soliditas personel, diharapkan proses penelitian dan pengembangan sistem pertahanan udara dapat terus berjalan optimal dalam menghadapi berbagai ancaman serangan udara modern,” pungkasnya.
Penulis : Ibnu Hajar
Editor : Redaksi






