Silaturahmi Aliansi Pecinta Ulama dan Kiai Nusantara ke KH. Nur Ihya, Lima Tuntutan Dibawa ke Hadapan Kiai

Senin, 17 November 2025 - 19:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA – Aliansi Pecinta Ulama dan Kiai Nusantara yang dipimpin Gus Maf rohul Walidein, atau yang akrab disapa Gus Ong, melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman KH. Nur Ihya pada Ahad (16/11).

Pertemuan dilakukan dengan penuh kehati-hatian untuk merespons sejumlah persoalan atas dasar video-video yang beredar di media sosial yang sebelumnya menimbulkan keresahan di kalangan ulama dan masyarakat.

Agenda silaturahmi tersebut turut dihadiri dan diketahui oleh pihak Polsek Wonocolo, Polres Surabaya, serta tokoh masyarakat RT/RW setempat, guna memastikan situasi tetap kondusif selama dialog berlangsung.

Dalam pertemuan itu, perwakilan aliansi menegaskan bahwa kedatangan mereka merupakan tindak lanjut dari kesepakatan internal untuk menjaga keharmonisan dan mencegah meluasnya polemik. Lima tuntutan resmi kemudian dibacakan oleh Ust. Muwafiq sebagai perwakilan aliansi.

Adapun tuntutan yang disampaikan kepada KH. Nur Ihya meliputi:

Penutupan akun media sosial yang bersangkutan—dengan catatan masih harus dikoordinasikan dengan admin pengelola.
Pernyataan permohonan maaf secara terbuka, yang telah dilaksanakan oleh KH. Nur Ihya.
Peringatan bahwa pengulangan tindakan serupa akan dibawa ke jalur hukum.
Penghentian aktivitas yang berpotensi mengadu domba ulama, kiai, atau masyarakat.
Penghentian pembuatan konten yang dinilai menyudutkan, menghina, atau mem-bully ulama dan pesantren.

Gus Ong menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai upaya menjaga kehormatan ulama sekaligus meredam kegaduhan di tengah masyarakat.

“Kami datang bukan untuk memperkeruh suasana, tetapi untuk memastikan persoalan ini diselesaikan secara terhormat. Kesepakatan yang sudah dibuat semoga dijaga bersama demi ketenangan umat,” ujar Gus Ong.

KH. Nur Ihya kemudian menandatangani pernyataan bermaterai bertanggal 16 November 2025 sebagai bentuk komitmen. Pertemuan ditutup dengan doa bersama dan diharapkan menjadi titik akhir dari polemik serta membuka ruang perbaikan komunikasi antara semua pihak.

Penulis : Red

Berita Terkait

Target Tinggi, Masalah Menggunung: MBG Dipersoalkan di Forum Publik
Panen Raya Jagung Jadi Bukti Sinergi Sumenep Perkuat Ketahanan Pangan
Sosialisasi Serap Gabah di Manding, Bulog Siap Jemput Hasil Panen Petani Sesuai HPP
BPP Dungkek Lakukan Ubinan Jagung di Desa Bicabbih, Produktivitas Capai 6,24 Ton per Hektare
Pacu Swasembada, BPP Pasongsongan Usung Misi “Taubat Ekologi” di Rakor Batu
Solidaritas Tanpa Batas: DRT The Big Family dan IWO Sumenep Ringankan Beban Warga Karduluk
Naghfir’s Institute Perluas Peran Inten: Pelayanan Profesional dan Penyuluhan Hukum bagi Publik
Nusainsider.com Bersama PT Bawang Mas Group Bagikan Bantuan untuk Warga Rentan

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 07:57 WIB

Target Tinggi, Masalah Menggunung: MBG Dipersoalkan di Forum Publik

Jumat, 13 Februari 2026 - 19:53 WIB

Panen Raya Jagung Jadi Bukti Sinergi Sumenep Perkuat Ketahanan Pangan

Jumat, 13 Februari 2026 - 06:30 WIB

Sosialisasi Serap Gabah di Manding, Bulog Siap Jemput Hasil Panen Petani Sesuai HPP

Rabu, 11 Februari 2026 - 11:59 WIB

BPP Dungkek Lakukan Ubinan Jagung di Desa Bicabbih, Produktivitas Capai 6,24 Ton per Hektare

Rabu, 11 Februari 2026 - 07:40 WIB

Pacu Swasembada, BPP Pasongsongan Usung Misi “Taubat Ekologi” di Rakor Batu

Berita Terbaru