SUMENEP – Ketua PBT Setan Alas, Syafik Zayadi Rusli, menyampaikan permohonan maaf kepada panitia Lomba Bola Tangkap Joko Melleng atas beredarnya unggahan di media sosial TikTok yang memuat tangkapan layar percakapan dan menimbulkan tudingan bahwa panitia berlaku curang serta berpihak kepada salah satu peserta.
Syafik mengatakan, unggahan tersebut telah dihapus oleh admin akun TikTok PBT Setan Alas. Ia juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada panitia atas beredarnya konten yang kemudian menimbulkan polemik antara pihak PBT Setan Alas dan panitia penyelenggara.
“Saya selaku Ketua PBT Setan Alas memohon maaf kepada panitia Lomba Bola Tangkap Joko Melleng atas beredarnya screenshot percakapan yang menimbulkan kesan seolah-olah panitia bermain curang dan berpihak kepada salah satu tim,” kata Syafik Zayadi Rusli.
Menurutnya, pihak PBT Setan Alas menyadari bahwa penyebaran konten tersebut telah menimbulkan kesalahpahaman dan polemik di tengah berlangsungnya kompetisi.
Pria yang kerap disapa Didik ini menegaskan bahwa unggahan tersebut kini telah dihapus dari akun TikTok PBT Setan Alas. Ia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan baik dan tidak kembali menimbulkan kesalahpahaman antara peserta dan panitia.
“Kami meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi. Unggahan tersebut sudah dihapus dan kami berharap hubungan baik dengan panitia tetap terjaga serta kompetisi dapat berjalan dengan kondusif,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam Lomba Bola Tangkap Joko Melleng untuk tetap menjunjung sportivitas dan menyelesaikan setiap persoalan melalui komunikasi yang baik.
Lomba Bola Tangkap Joko Melleng Lenteng Barat, kabupaten Sumenep, sendiri diselenggarakan dengan dukungan sponsor utama MM Jaya Group bersama sejumlah sponsor lainnya.
(M/Redaksi)
Tidak ada komentar