Potret: Suasana di depan rumah dinas yang menjadi lokasi tempat kejadian perkara (TKP).PROBOLINGGO, RADAR9 — Rasa lelah setelah menjalankan tugas pelayanan kesehatan berubah menjadi kepanikan bagi Dwi Laily, seorang bidan ASN yang menempati rumah dinas Puskesmas Sukabumi, Kota Probolinggo.
Sepulang menjalankan piket pelayanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dalam rangkaian Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo di Stadion, Rabu (23/9/2026), Dwi mendapati kondisi rumah dinas yang ditempatinya selama kurang lebih dua tahun itu berbeda dari biasanya.
Rumah yang berada di kawasan Jl. Anggrek No. 34 tersebut diduga telah dimasuki orang lain saat ditinggalkan pemiliknya.
Kecurigaan pertama muncul ketika Dwi melihat lampu ruang tamu dalam kondisi mati.
“Biasanya lampu ruang tamu saya nyalakan. Saat pulang malam itu kok mati. Saya pikir mungkin lampunya rusak,” ujar Dwi.
Namun, setelah masuk ke dalam rumah, kecurigaannya semakin kuat. Ia mendapati kulkas dalam keadaan tercabut dari sumber listrik. Kondisi kamar juga terlihat berantakan.
Dwi kemudian memeriksa sejumlah bagian rumah dan menemukan jendela belakang dalam keadaan terbuka. Padahal, menurutnya, pintu dapur maupun sejumlah akses lainnya telah dikunci sebelum dirinya berangkat menjalankan tugas.
“Saya lihat jendela belakang terbuka. Kelambunya juga terbuka. Padahal pintu belakang saya kunci dan tidak ada kerusakan,” jelasnya.
Setelah memeriksa lebih jauh, Dwi mulai menyadari sejumlah barang miliknya tidak berada di tempat semula.
Beberapa barang yang diketahui hilang di antaranya televisi, magic com, tabung gas dan jam tangan pintar (smartwatch).
Namun, tidak semua barang tersebut berhasil dibawa. Salah satu barang yang dilaporkan hilang adalah jam tangan pintar dengan nilai sekitar Rp1 juta.
Menurut Dwi, terdapat pula sejumlah kondisi di dalam rumah yang membuatnya menduga seseorang sempat berada di dalam rumah ketika dirinya sedang bertugas.
“Saya bingung karena rumah dalam keadaan terkunci. Kita tidak tahu orang yang masuk itu berapa orang dan kapan masuknya,” ungkapnya.
Kekhawatiran itu bukan hanya karena kehilangan barang, tetapi juga karena rumah dinas tersebut merupakan tempat tinggal yang seharusnya memberikan rasa aman setelah dirinya menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Kasus tersebut kemudian dilaporkan kepada kepolisian. Petugas Polres Probolinggo Kota mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan serta identifikasi di TKP.
Dalam pemeriksaan awal, petugas disebut menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut dan belum sempat dibawa.
Pihak kepolisian menyatakan perkara tersebut telah dibuatkan laporan polisi dan selanjutnya memasuki proses penyelidikan.
“Karena sudah terbit LP, nanti akan dilanjutkan dengan lidik. Di TKP juga sudah dilakukan identifikasi oleh Polres Probolinggo Kota,” ujar petugas kepolisian.
Pihak kepolisian juga menegaskan bahwa proses penyelidikan membutuhkan waktu. Petugas akan melakukan pendalaman terhadap sejumlah informasi dan temuan di lokasi kejadian.
Perkembangan perkara nantinya akan disampaikan apabila terdapat hasil penyelidikan lebih lanjut.
Ketua RT 07/RW 07, Suhartono, menyampaikan bahwa kejadian pencurian di lingkungan tersebut tergolong jarang terjadi.
Menurutnya, warga bahkan cukup sering berkumpul sekaligus melakukan penjagaan di sekitar lingkungan, termasuk di area belakang rumah korban.
“Kejadian pencurian di lingkungan kami bisa dikatakan jarang. Kami cukup sering berkumpul sekaligus berjaga di area belakang rumah Mbak Laily. Namun kami cukup prihatin atas kejadian ini,” kata Suhartono.
Warga berharap kejadian tersebut dapat segera terungkap sehingga keamanan lingkungan tetap terjaga.
Dwi Laily sendiri memberikan apresiasi terhadap respons cepat kepolisian. Tidak lama setelah laporan dibuat, petugas langsung mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan.
Menurut Dwi, petugas juga menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut.
“Kami mengapresiasi kinerja cepat kepolisian. Setelah kami laporan, petugas langsung terjun ke TKP dan bahkan menemukan barang bukti yang belum dibawa,” katanya.
Dwi berharap penyelidikan dapat mengungkap siapa pihak yang masuk ke rumah dinas tersebut.
“Harapan saya polisi bisa menangkap pelaku. Tadi juga sudah ada beberapa bukti seperti sidik jari dan sandal yang diduga milik pelaku,” ujarnya.
Hingga berita ini ditulis, identitas maupun jumlah pihak yang diduga terlibat belum diketahui. Kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap rangkaian kejadian tersebut.
Penulis: Ismail Rahmat
Radar9 | Kota Probolinggo
Tidak ada komentar